EKONOMI

Terserang Virus, Sudah 570 Ekor Babi di Belu Mati. “Hasil Pemeriksaan BB Vet Medan Belum Keluar”

Nikolaus Umbu K. Birri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kematian ternak babi terus terjadi di Kabupaten Belu, bahkan sedaratan Timor Barat.
Hingga kini belum diketahui penyakit yang menyerang ternak babi milik warga.

Pemda Belu melalui Dinas Peternakan telah melakukan pemeriksaan atas gejala klinis terhadap ternak yang terserang virus mematikan itu. Hanya saja, hingga kini belum diketahui secara pasti penyakit yang menyerang.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri yang dikonfirmasi soal kematian babi milik warga, Senin (17/2/2020) mengatakan, hingga kini sesuai data pihaknya telah ada 570 ekor babi yang mati terserang penyakit yang belum diketahui itu. “Babi yang mati hingga saat ini jumlahnya mencapai 570 ekor. Tentunya angka ini akan terus bertambah,” sebutnya.

Petugas kesehatan hewan lanjut dia masih terus memantau dan menyuntik serta menyelamatkan babi yang masih sehat.

Dikemukakan, untuk mengetahui virus penyebab kematian ternak babi, pihaknya telah mengirim sampel organ babi ke BB Vet Medan, Sumatera Utara. Namun hingga kini belum diketahui hasil pemeriksaan.

Menurut pihak BB Vet Medan, hasil pemeriksaan akan langsung dikirim ke Direktorat Jenderal Peternakan, Kementerian Pertanian. “Kami belum tahu hasil pemeriksaan belum ada di tangan kami. Nanti hasilnya akan disampaikan kepada kami melalui Ditjen Peternakan,” ungkapnya.

Masih menurutnya, jika nantinya dugaan babi terserang virus African Swine Fever (ASF) atau demam babi Afrika, maka akan langsung diumumkan oleh pihak Kementan dan bukan oleh Pemda.

Baca Juga :   Semen Langka di Atambua, Harga Semen Naik Drastis

Pada kesempatan itu, dia meminta masyarakat untuk menjaga kebersihan kandang ternak, dan tidak boleh terkontaminasi dengan babi yang terserang penyakit. Bila babi mati karena terserang virus, hendaknya dikuburkan agar tidak menyebarkan virus lagi.

Dia juga meminta masyarakat untuk tidak mengkonsumsi babi yang mati karena terserang virus. Hal itu untuk.menghindari risiko buruk bagi kesehatan.

Ditambahkan, pihaknya telah menyiapkan draf instruksi Bupati Belu menghadapi situasi ini. “Draf instruksi sudah di meja Bupati, tinggal ditandatangani saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Komisi II DPRD Belu, Theodorus F. Seran Tefa kepada media mengatakan, pihaknya sudah turun ke lapangan untuk melihat babi milik warga yang terserang virus.

Dari situ, pihaknya telah mendorong Dinas Peternakan untuk memberikan vaksin maupun obat-obatan. Akan tetapi hingga kini belum teratasi semuanya.

Karena kondisi itu, pihaknya kemudian telah meminta untuk diperiksa virus apa yang menyerang ternak babi. Namun hingga kini hasil pemeriksaan di BB Vet Medan belum keluar. “Kita belum dapat hasil pemeriksaan, apakah itu ASF atau hog cholera. Nanti akan diumumkan dan dikeluarkan model penanganan,” papar dia.

Pada kesempatan itu, dia meminta Pemda Belu melalui Dinas Peternakan untuk terus bekerja, guna mengatasi virus yang menyerang aneh itu.

Terpisah, salah satu warga, Yosef Seran kepada media ini mengaku 11 ekor babi miliknya baru saja mati Sabtu lalu. “Saya punya babi 11 ekor baru saja mati Sabtu lalu. Semua babi mati sekaligus karena terserang virus yang belum diketahui,” tuturnya warga Wekatimun itu, Kelurahan Umanen, Atambua Barat itu.

Baca Juga :   TMMD 2018 di Malaka Sangat Memuaskan

Dia mengaku pasrah dengan peristiwa itu, dan memilih menguburkan 11 ekor babi itu. “Kita mau bagaimana lagi. Kami kuburkan semua babi yang mati. Kami takut makan daging babi yang terserang virus,” tutupnya. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Diskominfo Belu)

Loading...
Loading...
To Top