HUKUM & KRIMINAL

Warga Tangkap Truk Bermuatan Cendana Enam Ton, Polres Belu Malah Melepasnya

Inilah truk yang digunakan mengangkut cendana.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga Masyarakat kilo 1 Atambua, Minggu (2/2/2020) sekira pukul 23:00 Wita, berhasil mengamankan sebuah truk dengan nomor polisi AB 8237 AC, yang mengangkut kayu cendana sekira enam ton.
Sejumlah warga yang dihubungi media ini di Tempat Kejadian Perkara (TKP) menyebutkan, pihakya merasa curiga dengan aktivitas sopir truk dan krunya yang tengah menaikan kayu cendana. Karena kecurigaan itu, pihaknya mengecek kebenarannya. Ternyata aktivitas itu benar adanya.
Merasa janggal, pihaknya kemudian menghubungi intel baik polisi dan TNI untuk mengecek. Hasilnya, sedang dimuat kayu cendananya. Saat dicek dokumen, diduga dokumen yang diajukan tidak autentik, karena hanyalah foto copyan. Karena itu pihaknya terpaksa mengamankan truk yang mengangkut kayu cendana itu.

Usai mengamankan, pihaknya kemudian menggiring ke Polres Belu. Namun sayang, Satreskrim Polres Belu menyatakan memiliki dokumen lengkap, sehingga dilepas. “Kami sangat kecewa dengan sikap polisi yang melepas truk berisi enam ton cendana. Padahal kami lihat dokumennya tidak lengkap. Salah satunya surat dari UPT Kehutanan Belu yang tak bercap maupun surat izin yang diterbitkan 2019 lalu,” tutur sumber yang tidak ingin dimediakan namanya.

Inilah salah satu dokumen yang dianggap janggal karena tak dibubuhkan cap.

Dikemukakan, selama ini masyarakat sangat sulit untuk membawa apalagi memasarkan cendana, sebab cendana telah menjadi tumbuhan yang langka dan dilindungi. Yang terjadi, ada izin untuk pembelian cendana secara bebas.
Masih menurut warga, diduga cendana yang ada, hasil selundupan dari Timor Leste, sebab di Belu cendana sudah sangat langka. Lebih parah dalam izin itu wajib melakukan pengembangan cendana, namun nyatanya tidak ada usaha pengembangan di wilayah Belu.
Diduga lanjut mereka, cendana enam ton tersebut merupakan milik oknum yang berada di Polda NTT, sehingga dengan mudah dilepas.

Baca Juga :   Lihat Dunia Luar, Fraksi Demokrat DPRD NTT Ajak Anak Panti Asuhan Ceria Nonton Film di Bioskop XXI

Sementara itu, sesuai dokumen yang diperoleh media ini, tertera cendana itu milik CV. Adam Star dengan Direkturnya Yermaks Adolf Ledoh. Hanya saja, dokumen yang ada berupa foto copy, padahal untuk melakukan aktivitas seperti pembelian dan pengangkutan haruslah yang otentik atau asli. Bahkan dalam surat rekomendasi Kepala UPT KPH Wilayah Belu yang teken Mateus Dakosta tidak dibubuhkan cap.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh AI. Siregar yang dikonfirmasi membenarkan adanya pengamanan sebuah truk yang mengangkut kayu cendana dalam bentuk batangan maupun serpihan.

Mengemukakan, setelah diperiksa pihaknya, sopir mampu menunjukan dokumen cendana, baik SIUP, TDP perusahaan, maupun izin pembelian dan pengangkutan cendana. Pihaknya kemudian melepas truk pengangkut cendana tersebut.

“Pengemudi truk ada copyan dokumen izin dagang dari perusahaannya, juga TDP dan izin pembelian cendana. Kita lepas karena izin lengkap,” ungkapnya.

Terkait dengan dugaan cendana milik oknum di Polda NTT, dia membantahnya. Pasalnya dalam surat izin ada nama pengusahanya. “Jangan dibilang oknum-lah, kalau yang sudah tertib menempuh perizinan ya kita lepas. Izin dagang cendana diterbitkan Gubernur NTT.

Truk pengangkut cendana itu lanjutnya, belum melakukan perjalanan keluar Belu, karena masih menunggun surat jalan. Kalau mereka sudah jalan ke Kupang tanpa surat keterangan angkutnya, baru bisa ditindak. Sementara ini mereka baru menjalankan pengumpulan/pembelian dari masyarakat. “Rabu baru mau ke Kupang untuk lanjut terbang pakai pesawat ke Tangerang,” sambungnya.

Baca Juga :   Kasus Kekerasan Seksual dan Tindak Pidana Lain Dominasi Permohonan Perlindungan LPSK

Karena memiliki dokumen sebutnya, polisi tidak bisa langsung sewenang-wenang menahan usaha orang sudah benar-bemar menempuh izin. Bisa saja pihaknya disalahkan. “Kecuali kita betul-betul punya info matang dari awal, dia tidak punya izin, kita tahan tidak jadi masalah,” terangnya.

Lebih jauh dia mengatakan, agak dilema juga kalau pengusaha yang ada di Kupang, dengan wilayah usaha ada di seluruh NTT diberikan dokumen asli. Sehingga setiap truk angkutan diberikan dokumen perizinan berupa foto copy.

Pada bagian akhir, Kasat mengatakan truk pengangkut kayu cendana memiliki dokumen yang resmi, dan tidak benar tidak mengantongi dokumen soal usaha kayu cendana. (ferdy talok)

Most Popular

To Top