TIMOR

2000-an Ekor Babi Mati di Belu, Disnak Gelar Rakor Penanganan ASF

Nikolaus Umbu K. Birri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dinas Peternakan Kabupaten Belu menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) terkait penanganan Virus Demam Babi Afrika (ASF) yang tengah menyerang ternak babi di Kabupaten Belu.

Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Belu, Nikolaus Umbu K. Birri yang dihubungi media ini, Selasa (11/3/2020) mengemukakan, pihaknya telah selesai menggelar rakor soal penanganan ASF yang dibuka Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan.

Dalam rakor itu, pihaknya lebih fokus pada Komunikasi, edukasi dan informasi kepada masyrakat khususnya, peternak babi yang babinya sudah mati terkena ASF, serta dan peternak yang babinya yang babinya masih hidup.
Edukasi ini penting agar selanjut agar virus ini bisa ditekan atau dihambat perkembanganya.

Salah satu edukasi yang diberikan kata Umbu adalah lewat desinfeks dan biosecurity yang ketat. “Obat untuk ASF belum ada sampai sekarang. Jadi kita andalkan desinfeks dan biosecurity. Kita berharap bisa tekan angka kematian babi,” tukasnya.

Hingga saat ini bilang mantan Kasat Pol PP itu, hasil pendataan sementara dari petugas lapangan, terdapat 753 ekor babi yang mati. Namun dari laporan masyarakat yang diterima lebih dari 2000 ekor babi yang mati.

Kedepan lanjutnya, pihaknya akan terus menangani kasus ASF, dengan berkoordinasi dengan peternak, agar menekan angka kematian babi.

Peserta rakor yang hadir antara lain, DPRD, Forkopimda Plus, pimpinan OPD dan instansi terkait, para Camat, Danramil, Kapolsek, para lurah dan kades, para pengusaha dan peternak babi, tokoh agama dan masyarakat serta petugas lapangan peternakan.

Baca Juga :   Persiapan Paskah, Jemaat GMIT Elim Uitao Lakukan Pembersihan

Narasumber rakor yakni Direktur Kesehatan Hewan dmDitjen Peternakan Kemnterian Pertanian RI, Kepala Balai Besar Veteriner Denpasar dan Kadis Peternakan Provinsi NTT. (ferdy talok)

Most Popular

To Top