TIMOR

Bupati Malaka: Manfaatkan Literasi Digital untuk Kemajuan Generasi Muda

BETUN, Kilastimor.com-Seminar Literasi Digital dengan Tema Masyarakat Cakap Leterasi Digital dibuka Sekda Malaka, Donatus Bere. 
Seminar itu hasil kerja sama dengan Kementerian Komunikasi Informatika Republik Indonesia dan Dinas Kominfo Kabupaten Malaka. Kegiatan itu digelar di SMA Negeri 1 Malaka Barat, Besikama, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka Provinsi Nusa Tenggara Timur, Kamis (05/3/2020).

Sekda Malaka, Donatus Bere saat membacakan sambutan tertulis Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran mengatakan, dunia saat ini mengalami kemajuan yang sangat pesat dalam hal teknologi yang menyentuh berbagai lini kehidupan manusia.
“Jangan bermain-main dengan dunia digital dan sebagai generasi muda harus kuasai teknologi dan memanfaatkannya untuk kebaikan umat manusia,” ungkapnya.

Disebutkan, semua negara berlomba-lomba untuk memperhatikan pembangunan teknologi modern, sehingga sebagai generasi muda harus belajar dan jangan sampai jadi korban teknologi.
“Seminar yang digelar ini sangat bagus bagi generasi muda agar bisa memiliki pemahaman yang baik bagaimana memahami dan memanfaatkan kemajuan teknologi untuk kebaikan bersama,” tambahnya.

Literasi digital harus jadi solusi untuk mengatasi berbagai persoalan di dunia.
”Dengan kemajuan teknologi saat ini Informasi bisa kita dapatkan dengan mudah tetapi harus dikelola dengan baik untuk kebaikan dan kemajuan dunia serta percepatan kesejahteraan umat manusia,” imbuhnya.

Dia meminta semua generasi muda untuk paham, kapan dan bagaimana memanfaatkan literasi digital untuk kemajuan dan kebaikan bersama.
“Kita harapkan melalui seminar ini bisa membuka wawasan kita tentang pemanfaatan teknologi digital termasuk aturan-aturan dan kode etik penggunaan teknologi digital,” tuntasnya.

Baca Juga :   Bernando Seran: Masyarakat Harus Dukung Malaka Sebagai Sentra Produksi Garam

Kepala Seksi Perancangan Literasi Digital Kementrian Kominfo RI, Rangga Adinegara dalam kesempatan itu mengatakan konsep literasi digital sangat erat dengan penggunaan media digital, dalam hal ini penggunaan media internet.

Penggunaan media internet belakangan ini menjadi kebutuhan dalam setiap aktivitas yang menuntut pemerolehan informasi yang begitu cepat. Internet yang menyediakan akses informasi yang cepat dan senantiasi terperbaharui setiap saat.

Untuk itu, akses terhdap sumber daya informasi digital sangat melimpah. Setiap orang bebas memasukkan informasi di dunia maya tanpa batasan. Istilah digital native mengandung pengertian bahwa generasi muda saat ini hidup pada era digital, yakni internet menjadi bagian dari keseharian dalam hidupnya.

”Setiap individu perlu memahami bahwa literasi digital merupakan hal penting yang dibutuhkan untuk dapat berpartisipasi di dunia modern sekarang ini. Literasi digital sama pentingnya dengan membaca, menulis, berhitung, dan disiplin ilmu lainnya.

Generasi yang tumbuh dengan akses yang tidak terbatas dalam teknologi digital mempunyai pola berpikir yang berbeda dengan generasi sebelumnya. Setiap orang hendaknya dapat bertanggung jawab terhadap bagaimana menggunakan teknologi untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Teknologi digital memungkinkan orang untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan keluarga dan teman dalam kehidupan sehari-hari,” ulasnya.

Sayangnya, dunia maya saat ini semakin dipenuhi konten berbau berita bohong, ujaran kebencian, dan radikalisme, bahkan praktik- praktik penipuan. Keberadaan konten negatif yang merusak ekosistem digital saat ini hanya bisa ditangkal dengan membangun kesadaran dari tiap-tiap individu.

Baca Juga :   Ini Jadwal Resmi Tes CPNS 2018

Menjadi literat digital berarti dapat memproses berbagai informasi, dapat memahami pesan dan berkomunikasi efektif dengan orang lain dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, bentuk yang dimaksud termasuk menciptakan, mengolaborasi, mengomunikasikan, dan bekerja sesuai dengan aturan etika, dan memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan.

Termasuk juga kesadaran dan berpikir kritis terhadap berbagai dampak positif dan negatif yang mungkin terjadi akibat penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari. Memacu individu untuk beralih dari konsumen informasi yang pasif menjadi produsen aktif, baik secara individu maupun sebagai bagian dari komunitas.

“Jika generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif. Mereka tidak akan mudah termakan oleh isu yang provokatif, menjadi korban informasi hoaks, atau korban penipuan yang berbasis digital. Dengan demikian, kehidupan sosial dan budaya masyarakat akan cenderung aman dan kondusif. Membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama,” pungkasnya.

Kadis Kominfo Malaka, Frida Klau dalam kesempatan itu menjelaskan Literasi Digital adalah sebuah urgensi di era digital. Dengan adanya literasi digital, maka setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari – hari. Dengan kata lain, seseorang akan mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk dengan memilih dan memilah positif-negatifnya sehingga bisa mendapatkan manfaat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebesar–besarnya. (edy sumantri)

Baca Juga :   SBS-WT Terima Lagi Dukungan Politik dari Nasdem

Most Popular

To Top