TIMOR

Generasi Muda Belu Jangan Gagap Kompetensi Digital

Wabup Belu terima kaos literasi digital.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Menyambut era digital saat ini, Direktorat Pemberdayaan Informatika (Dit PI) Direktorat Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia (Kemenkominfo RI) bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Belu menyelenggarakan Seminar Literasi Digital di gedung wanita betelalenok, Rabu (4/3) bertemakan “Masyarakat Cakap Literasi Digital”.
Kegiatan dihadiri 300 peserta diantaranya dari camat, kepala desa, ASN, mahasiswa, pelajar, pemuda lintas agama, karangtaruna, babinsa dan babinpol.

Kegiatan yang dibuka oleh Wakil Bupati Belu Drs. J.T.Luan tersebut bermaksud mengedukasi masyarakat dalam memanfaatkan teknologi dan komunikasi dengan alat komunikasi untuk menemukan, mengevaluasi, mengunakan, mengelola dan membuat informasi secara cerdas, kreatif dan produktif.

Wabup Ose Luan dalam sambutannya menyampaikan terima kasih kepada pihak Kementerian Kominfo RI yang bersedia datang dan memberikan pencerahan tentang literasi digital di Kabupaten Belu.

Lebih lanjut Wakil Bupati belu mengatakan Literasi Digital adalah sebuah urgensi di era digital. Dengan adanya literasi digital, maka setiap orang akan lebih kritis terhadap penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam kehidupan sehari–hari. Dengan kata lain, seseorang akan mampu memfilter mana yang baik dan mana yang buruk dengan memilih dan memilah positif-negatifnya sehingga bisa mendapatkan manfaat penggunaan teknologi informasi dan komunikasi sebesar-besarnya.

Menurut dia, generasi muda kurang menguasai kompetensi digital, hal ini sangat berisiko bagi mereka untuk tersisih dalam persaingan memperoleh pekerjaan, partisipasi demokrasi, dan interaksi sosial. Literasi digital akan menciptakan tatanan masyarakat dengan pola pikir dan pandangan yang kritis-kreatif.

Baca Juga :   Beri Bina Dorong Masyarakat Talawai Bangun Semangat Gotong-Royong

Mantan Sekda Belu ini juga menjelaskan, membangun budaya literasi digital perlu melibatkan peran aktif masyarakat secara bersama-sama, Menjadi literat digital berarti memahami kapan dan bagaimana teknologi harus digunakan agar efektif untuk mencapai tujuan positif.

Ia berharap peserta yang hadir bisa mendapatkan wawasan dan pengetahuan baru terkait penggunaan teknologi digital, memahami aturan, norma dan etika pemanfaatan teknologi digital dan secara langsung dapat menggunakan teknologi digital secara benar dan bertanggung jawab serta dapat menyebarkan informasi yang baik dan benar kepada sanak keluaraga dan masyarakat.
Pada Kesempatan yang sama, Kepala Seksi Perancang Literasi Digital Direktorat PI Kementerian komunikasi dan Informatika RI, Rangga Adi Negara menjelaskan Manfaat dan sasaran kegiatan ini dalam rangka meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakatdalam mengunakan teknologi digital. Selain itu menurut rangga melalui seminar ini masyarakat dapat memahami berbagi aturan, norma, dan etika terkait pemanfaatan teknologi serta bisa mempraktekan lansung dalam hal pemanfaatan teknologi digital yang produktif dan bertanggung jawab.
Hadir sebagai pemateri antara lain Sekretaris Dinas Kominfo Kabupaten Belu Drs. Frans R.M, Kepala Seksi Perancang Literasi Digital, Rangga Adi Negara, LSM Masyarakat Anti Fitnah Dan Hoax Indonesia, Giri Lumakto sedangkan bertindak sebagai moderator dalam seminar tersebut, Kepala Bidang Hubungan Media dan Sumber Daya, Dominic Maly,S.Sos

Selain itu dalam seminar literasi digital tersebut para peserta diberikan kesempatan langsung untuk mempraktekkan secara langsung pemanfaatan Teknologi Digital untuk semakin memahamia aturan, norma dan etika terkait pemanfaatan Teknologi Digital. Serta kegiatan seminar juga di sertai dengan materi-materi yang bersifat permainan dalam mengasah pengunaan teknologi…..(*/ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Dinas Kominfo Belu)

Baca Juga :   DPRD Belu Tolak Kehadiran Indomaret dan Alfamart di Atambua

Most Popular

To Top