RAGAM

Hari Ini Timor Leste Lockdown Perbatasan dengan Indonesia. WNI Tidak Diizinkan Masuk

WNI ketika berada di Kantor Imigrasi Timor Leste. Tampak Administrator Perbatasan Motaain memberi informasi kepada WNI.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemerintah Timor Leste resmi menutup atau lockdown pintu perbatasan dengan Indonesia terkait Corona Virus (COVID-19), terhitung Kamis (19/3/2020) hari ini.

Plt. Administrator PLBN Motaain, Engelbertus Klau yang dikonfirmasi media ini membenarkan lockdown perbatasan Indonesia-Timor Leste.
Kebijakan lockdown ini mulai berlaku Kamis hari ini hingga batas waktu yang belum ditentukan.

Dikemukakan, terkait informasi itu, pihaknya telah melakukan komunikasi dengan Administrator Perbatasan Timor Leste dan mereka membenarkan informasi tersebut. “Kita sudah tanya mereka (Timor Leste) dan mereka bernarkan kebijakan itu. Walau masih lisan, tapi keputusan itu sudah dijalankan,” paparnya.

Atas keputusan itu, WNI yang hendak masuk Timor Leste dipulangkan dan tidak diizinkan masuk. Yang bisa diizinkan masuk Timor Leste yakni WA Timor Leste juga WN Indonesia yang menikah dengan warga Timor Leste. “WNI sudah dipulangkan semua, karena tidak bisa masuk Timor Leste. Keputusan ini berlaku untuk tiga pintu perbatasan yakni Motaain, Motamasin dan Wini,” ungkapnya.

Terpisah, Kepala Imigrasi Atambua, Kiemas Abdul Ilham juga membenarkan penutupan pintu perbatasan oleh Timor Leste.

Disebutkan pihak Timor Leste sudah menutup mulai hari ini, dan penutupan diberlakan sepihak tanpa pemberitahuan ke pihak Indonesia terutama di Perbatasan NTT-Indonesia.

Alhasil, banyak WNI yang hendak masuk Timor Leste tidak diperbolehkan. “Keputusan mulai berlaku hari ini. Kita kaget pintu perbatasan mereka ditutup, dengan alasan mengantisipasi virus corona.

Baca Juga :   Mahasiswa FH Undana Tolak Hak Angket dan Pembekuan KPK

Hingga berita ini diturunkan, Agen Konsul Timor Leste di Atambua, Paulo da Costa Ximenes belum berhasil dikonfirmasi.

Untuk diketahui, perbatasan RI-RDTL rencananya ditutup pada April hingga Mei mendatang oleh Pemerintah Provinsi NTT.
Namun yang terjadi Timor Leste mendahului kebijakan Pemerintah Provinsi NTTT.

Terpisah, Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan yang dimintai komentarnya mengatakan, pihaknya mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Negara Timor Leste, menutup pintu perbatasan RI-RDTL, terkait virus corona. “Kita apresiasi langkah negara itu. Keputusan pemerintah Timor Leste harus diterima, sebagai bagian dari mengatasi penyebaran corona,” ungkapnya.
Dengan penutupan itu lanjutnya, potensi warga perbatasan Belu dan Timor Leste terkena virus corona sedikit berkurang. Walau demikian kewaspadaan harus tetap ada, terutama bagi petugas yang berada digaris batas.
Masih menurutnya, kebijakan penutupan pintu perbatasan telah diambil Pemrov NTT. Namun penutupan baru akan dilakukan pada April nanti. Jadi kalau pemerintah Timor Leste lebih cepat menutup perbatasannya dan tidak mengizinkan WNI masuk ke Negara tersebut,merupakan hal yang baik. “Kita baru mau tutup perbatasan pada April nanti. Kiat sambut baika keputusan dari Timor Leste (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Dinas Kominfo Belu)

Most Popular

To Top