TIMOR

Hindari Penyebaran Corona, Seluruh Persekolahan di Belu Diliburkan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu akhirnya resmi meliburkan persekolahan baik SD dan SMP di Kabupaten Belu.
Hal ini menyusul dikeluarkan instruksi Bupati Belu, tertanggal 18 Maret 2020, yang ditandatangani Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan.

Dalam Instruksi Bupati Belu bernomor 420/PK/472/III/2020 menyebutkan, terhitung 20 April-hingga 4 April, semua persekolah di SD dan SMP atau sekolah sederajat diliburkan.
Merumahkan siswa dan guru bertujuan untu menghindari penyebaran virus corona atau COVID-19.

Disebutkan, walau libur diharapkan proses belajar melalui metode online atau daring maupun metode offline tetap berjalan. Para guru hendaknya tetap mempersiapkan semua bahan dan dibagikan kepada peserta dididik.

Dalam instruksi tersebut, agar dalam masa libur itu para siswa dan guru tidak bepergian kemana-mana serta memperhatikan protokol kesehatan yakni, menghindari keramaian dan pertemuan dalam jumlah orang yang banyak, tidak saling bersentuhan serta menjaga kebersihan masing-masing siswa maupun guru.

Jika ada gejala sakit, segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan yang ada.

Pantauan media ini, tidak saja SD dan SMP yang diliburkan, namun juga siswa SMA dan SMK di Kabupaten Belu turut diliburkan. Hal itu sesuai instruksi Gubernur NTT.

Bukan saja murid SD dan siswa SMP yang diliburkan, ternyata SMA dan SMK yang merupkan kewenangan Pemerintah Provinsi NTT juga merumahkan atau meliburkan siswanya. Pantauan di SMK 1 Atambua, Kabupaten Belu tidak terlihat aktivitas apapun. Hal itu sesuai instruksi Gubernur NTT, agar semua sekolah diliburkan demi menghindari penyebaran virus corona.

Baca Juga :   Prabowo: Kalau Dipercaya Saya akan Berbuat Lebih Baik untuk Indonesia

Kepala Sekolah SMKN 1 Atambua, Yulius Kehi Taek yang dikonfirmasi media ini mengemukakan, instruksi merumahkan para siswa merupakan solusi terbaik, dalam rangka memutus rantai penyebaran virus corona. “Kami sudah liburkan para siswa. Ini merupakan solusi terbaik yang diambil Bapak Gubernur NTT dalam menghentikan penyebaran virus corona,” tuturnya.

Dikemukakan, pihaknya akan memantau para siswa dan guru, untuk menjalankan system belajar mengajar online dalam masa 14 hari kedepan. “Kami sudah ingatkan para guru agar menggunakan system daring dalam menjalankan persekolahan di rumah,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Sekolah SDI Tanah Merah 1, Agnes Maria Bernolda Mau kepada media ini, Senin (20/3/2020) mengatakan pihaknya telah meliburkan para siswa pasca diterimanya instruksi dari Bupati Belu, dalam rangka meminimalisir penyebaran virus corona di Kabupaten Belu. “Kami sudah liburkan semua murid hingga 4 April 2020 mendatang. Kita juga tidak ingin anak-anak didik terjangkit virus mematikan itu,” terangnya.

Menindaklanjuti istruksi itu, pihaknya telah menekankan kepada anak didik maupun orang tua, untuk terus memantau proses belajar anak di rumah. Pasalnya, ini bukan diliburkan seperti biasanya. Semua dirumahkan, agar tidak terjangkit virus corona yang telah menjadi pandemic di berbagai Negara.
“Kami harapkan orang tua terus memantau proses belajar anak, sehingga kemampuan anak-anak tetap terjaga dan tidak keasykan libur,” tambahnya.

Dia menambahkan, pihaknya juga telah meminta orang tua untuk tetap menjaga anak-anak didik di rumah, dan bukan menjadi ajang untuk berpiknik ria, apalagi melakukan perjalanan keluar daerah, terutama ke daerah-daerah yang telah terpapar virus corona. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Dinas Kominfo Belu)

Baca Juga :   Wali Kota Kupang Serahkan Santunan kepada Pensiunan ASN

Most Popular

To Top