RAGAM

Kasus DBD di Belu Pada Kondisi Endemis Tinggi. “Warga Diminta Waspada dan Jaga Kebersihan Lingkungan”

Petugas Dinkes Belu lakukan fogging di sekolah.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga Kabupaten Belu yang terserang Demam Berdarah Dengue (DBD) terus meningkat. Terhitung Rabu (4/3/2020) tercatat 219 warga yang di rawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD. Lebih dari itu, dua diantara jumlah tersebut meninggal dunia.

Atas meningkatnya kasus tersebut, Wabup Belu, JT. Ose Luan dalam keterangan persnya kepada media ini mengemukakan, penderita DBD memang terus meningkat.

Sesuai laporan yang diterima ujar Ose Luan, pasien yang dirawat di RSUD Atambua hingga Rabu kemarin sebanyak 219. Dari jumlah tersebut, 141 positif pisitif DBD dan sisanya masih dalam observasi tim medis. “Memang jumlahnya terus meningkat warga yang terserang DBD,” ungkapnya.

Bertambahnya jumlah pasien DBD yang meninggal dunia dibenarkan mantan Sekda Belu itu. Saat ini terdapat dua pasien anak yang meninggal dunia.
Meninggalnya dua pasien anak itu paparnya, lantaran keterlambatan keluarga membawa pasien ke rumah sakit atau atau pusat pelayanan kesehatan terdekat.

“Jadi kami himbau karena ada orang dewasa atau anak-anak yang demam tinggi, harus disegera dibawa ke rumah sakit untuk ditangani. Jangan terlambat beri pertolongan,” pintanya.

Masih menurutnya, hingga saat ini kasus DBD belum ditingkatkan ke posisi Kejadian Luar Biasa (KLB). “Kita belum nyatakan KLB,” sebut Ose Luan, sembari menambahkan sampai Kamis pagi ini, kasus DBD masih pada kondisi DBD Endemis Tinggi.

Baca Juga :   Kapolres Belu: Dua Tahanan yang Buron Masih Dikejar Polisi

Pada kesempatan itu, dia meminta warga Kabupaten Belu untuk waspada dengan DBD. Lingkungan rumah harus dijaga kebersihannya dengan melakukan 3M Plus yakni menguras, menutup dan mengubur wadah yang bisa menampung air hujan.
Disamping itu, hendaknya harus menggunakan kelambu dan obat anti nyamuk saat tidur. ” Cegah DBD harus mulai dari lingkungan keluarga. Mari jaga kebersihan lingkungan tempat tinggal secara bersama-sama,” tutupnya.

Sementara itu, Kadis Kesehatan Kabupaten Belu, dr. Joice Manek yang dikonfirmasi mengatakan, pasien DBD yang ditangani sejumlah rumah sakit terus meningkat.
Hanya saja tidak semua warga Belu, karena ada yang rujukan dari TTU, dan Malaka.

Walau demikian pihaknya telah meminta manajemen setiap rumah sakit untuk siaga, dan memberikan penangan yang prima bagi pasien yang didiagnosa DBD. Disamping itu, harus tersedia obat-obatan untuk DBD.
“Kita juga sudah terbitkan istruksi bupati yang meminta semua stake holders menjaga kebersihan lingkungan,” sebutnya.

Masih menurut dia, kasus DBD belum ditingkatkan ke KLB, dan terus dipantau dalam waktu-waktu mendatang, untuk dilihat perkembangan lebih lanjut.

Terkait bertambahnya jumlah pasien DBD yang meninggal dunia, dia tidak menampiknya. “Benar, ada dua pasien anak yang meninggal dunia. Ini lebih banyak karena terlambat diantar keluarga untuk ditangani oleh secara medis. “Ada anggota keluarga yang demam, jangan dibiarkan. Bawa ke rumah sakit terdekat untuk diperiksa dan ditangani.

Baca Juga :   Sah, FirmanMu Wali Kota dan Wakil Wali Kota Kupang

Untuk memberantas DBD, pihaknya juga telah melakukan fogging di sejumlah titik di Kota Atambua dan sekitarnya. Fogging untuk membunuh nyamuk dewasa. Dengan jentik-jentik nyamuk harus diatasi dengan melakukan 3M serta menabur abate. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan Diskominfo Belu)

Most Popular

To Top