RAGAM

Kedubes Timor Leste Minta Pemprov NTT dan Pemkab di Perbatasan Tutup Jalan Tikus

Letkol Inf. Ikhsanudin

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kedutaan Besar Indonesia untuk Timor Leste di Dili meminta Pemerintah Provinsi NTT dan Kabupaten Belu, Malaka, TTU dan Kabupaten Kupang yang berbatasan langsung dengan Timor Leste, untuk memperketat pengamanan perbatasan terkait penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).
Permintaan tertuang dalam siaran pers yang diterima media ini, tertanggal 30 Maret 2020.

Kedutaan Besar yang dipimpin Duta Besar, Petahana Sahat Sitorus itu menyebutkan, saat ini pihaknya terus memantau perkembangan penyebaran COVID-19 di Timor Leste.
Sesuai data, terdapat satu orang yang terpapar atau positif corona, sedangkan 815 merupakan ODP yang di karantina.

Ditengah pembatasan operasi PLBN juga menghindari karantina, baik warga Timor Leste dan WNI memilih mengikuti jalan tikus. Hal ini akan berdampak bagi penyebaran virus corona karena tidak terdeteksi.
Oleh sebab itu, perlu pengetatan dan tutu jalan tikus di perbatasan kedua negara. Jika dibiarkan merugikan masyarakat dua negara juga.

Selain penindakan, masyarakat kedua negara hendaknya mensosialisasikan dampak COVID-19 kepada masyarakat kedua negara, agar tidak menggunakan perlintasan illegal. Kerja sama kedua negara perlu untuk mencegah wabah tersebut kian meluas.

Dalam siaran pers itu juga, meminta masyarakat Indonesia dan NTT pada khususnya untuk menunda kunjungan ke Timor Leste hingga wabah corona mereda.

Terkait permintaan Kedubes RI untuk Timor Leste itu, Dandim 1605/Belu, Letkol Inf. Ary Nugroho mengatakan pihaknya khususnya Satgas Pamtas RI-RDTL telah diperintakan patroli dan perketat perbatasan.

Baca Juga :   SBS: Pemda Malaka akan Terus Tata Obyek Wisata

Untuk jalan tikus masuk kedua negara, Kepada Desa diperbatasan harus membuat kesepakatan, agar tidak ada lagi pelintas illegal. Jika ada diamankan dan dipulangkan. Tentunya semua demi keamanan dan kenyamanan bersama, terutama memutus mata rantai COVID-19.

Sementara itu, Dansatgas Pamtas RI-RDTL Yonif Raider 142/KJ, Letkol Inf. Ikhsanudin yang dikonfirmasi soal pengamanan perbatasan RI-RDTL mengatakan, pihaknya telah mengambil langkah-langkah pengamanan perbatasan terkait COOVID-19.

Pertama, pihaknya melakukan patroli rutin di sektor timur dan barat, terutama di jalur-jalur tikus, demi meminimalisir pelintas illegal dari Indonesia maupun dari Timor Leste.
Kedua, pihaknya juga mensosialisasikan protokol kesehatan dan penanganan virus corona kepada masyarakat di garis batas. (*/ferdy talok)

Most Popular

To Top