TIMOR

Pasien DBD yang Meninggal Dunia di Belu Bertambah. Ini Jumlahnya

Siprianus Mali

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pasien Demam Berdarah Dengue (BDB) yang meninggal dunia setelah dirawat di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD bertambah.

Siprianus Mali, Kepala Bidang Pelayanan RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD yang dikonfirmasi Minggu (15/3/2020) menyebutkan, pasien DBD yang meninggal dunia bertambah jumlahnya.

Saat ini bilangnya, jumlah pasien yang meninggal dunia sebanyak lima orang. Kasus pasien meninggal terbaru terjadi pada Kamis (12/3/2020) lalu. “Kasus kelima terjadi Kamis lalu. Sedangkan kasus keempat dan ketiga terjadi sekira dua pekan lalu. Sementara kasus pertama dan kedua awal Februari lalu,” tuturnya.

Untuk pasien yang meninggal terbaru ungkapnya, merupakan seorang anak dengan alamat domisili di Keluarahan Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua.

Terkait informasi beredar kalau korbang meninggal akibat ketiadaan uang tidaklah benar. Pasien dibawa ke IGD sudah dalam keadaan syok dan perdarahan di rumah. Akibatnya tidak tertolong.

Menyoal data terbaru pasien DBD yang dirawat di RSUD, dia mengatakan sesuai data per 14 Maret 2020, sebanyak 66 kasus dan pasiennya tengah dirawat.

Pada kesempatan itu, dia kembali dia mengingatkan masyarakat untuk cepat membawa anggota keluarga yang terindikasi DBD untuk dirawat. Apalagi Bupati Belu sudah menjamin pasien DBD digratiskan. “Kalau terindikasi DBD, langsung bawa ke rumah sakit terdekat. Jangan sudah parah baru dibawa ke rumah sakit,” bilangnya.

Dia juga berharap masyarakat terus peduli dengan kebersihan rumah dan lingkungan tempat tinggal. (ferdy talok)

Baca Juga :   Wali Kota Ajak Ormas Garuda Dukung Program Pemerintah

Most Popular

To Top