TIMOR

Rumah Sakit Rujukan COVID-19, Manejemen RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD Atambua Kebut Ruang Isolasi

Bupati pantau pengerjaan ruang isolasi COVID-19.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay memantau pengerjaan ruang isolasi COVID-19 di RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Atambua, Belu, NTT.

Pantauan media ini Senin (30/3/2020), Bupati Belu, Willybrodus Lay bersama Plh. Sekda Belu, Marsel Mau Meta mendatangi RSUD tersebut dan langsung menuju ruang isolasi yang dikerjakan.
Disana, telah menunggu Direktris RSUD, dr. Bathseba Elena Corputty, Kadis PUPR, Vincent K. Laka dan Kabid Pelayanan RSUD, Siprianus Mali serta sejumlah staf.

Bupati dan Plh Sekda langsung memantau ruang isolasi yang tengah dikebut oleh para pekerja.
Bupati pada kesempatan, meminta dilakukan sejumlah perubahan, salah satunya pintu yang tidak tertutup secara rapat.

Willy Lay sapaan karib Bupati Belu kepada media ini mengatakan, sebagai rumah sakit rujukan COVID-19, perlu disiapkan ruangan isolasi sesuai ketentuan yang berlaku.

Karena itu, manejemen rumah sakit, langsung mengubah salah satu ruangan, untuk dijadikan ruang isolasi COVID-19. “Ini dulu ruangan pantry atau dapur. Namun karena gedung dapur baru, telah selesai dikerjakan, ruangan ini diubah untuk kepentingan penanganan virus corona,” bilangnya.

Dikemukakan, menurut direktur RSUD, ruangan isolasi ini tuntas dikerjakan hari ini. “Para tukang diminta lembur, jadi hari ini ruangan isolasi tuntas,” katanya.

Pada kesempatan itu, dia meminta masyarakat menaati protokol COVID-19, dengan melakukan sosial distancing, berperilaku hidup sehat dengan mencuci tangan serta menggunakan APD.

Baca Juga :   Banleg DPRD Malaka Prioritaskan Ranperda yang Sifatnya Mendesak

Sementara itu, Direktris RSUD Mgr. Gabriel Manek SVD, Bathseba Elena Corputty mengatakan, ruang isolasi akan dituntaskan hari ini juga, agar bisa diisi dengan peralatan kesehatan yang dibutuhkan.

Ruangan ini lanjutnya, akan menampung sekira 11 hingga 12 tempat tidur. “Jadi yang ODP, maupun PDP bakal diisolasi dan dirawat di ruangan ini,” katanya.

Menyoal alat kesehatan pendukung, dia mengatakan sebagain telah ada, dan merupakan bantuan Pemprov NTT. Yang belum ada, sedang dalam pengadaan oleh pihaknya.

Saat ini, pihaknya telah memiliki rapid test corona, APD maupun sejumlah peralatan lainnya. (ferdy talok)

Most Popular

To Top