RAGAM

Sering Cek Cok, Ketua DPRD Belu Resmi Bercerai dengan Istri. Ini Putusan PN Atambua

Jeremias Manek Seran Jr.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Jeremias Manek Seran Jr, yang merupakan Ketua DPRD Belu, resmi menceraikan istrinya, Maria Meliana Wati Lopes, yang merupakan mantan Kades Lakanmau, Kecamatan Lasiolat, Belu.
Perceraian keduanya berdasarkan putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas II Atambua Nomor 6/Pdt.G/2020/PN Atb, 9 Maret 2020.

Sesuai salinan putusan PN Atambua yang diterima media ini, menyebutkan, karena ketidakharmonisan dan percekcokan yang sering terjadi dalam keluarga antara keduanya, yang menikah 28 Agustus 2001, maka penggugat, Jeremias Manek Seran Jr mengajukan gugatan cerai terhadap istrinya, Maria Meliana Wati Lopes selaku tergugat pada 30 Januari 2020 lalu.

Menimbang dalil surat gugatan penggugat, yang menyebutkan sering terjadi percekcokan sejak awal 2007 silam.
Dimana tergugat tidak jujur dan secara diam-diam dan sembunyi-sembunyi keluar rumah menemui menemui mantan pacarnya, tanpa sepengetahuan penggugat. Dan akhirnya diselesaikan secara kekeluargaan dan hubungan terjalin baik hingga 2016. Pada tahun 2017, tergugat mengulangi perbuatannya yakni secara diam-diam dan sembunyi tergugat menjalin komunikasi serta menemui laki-laki lain tanpa sepengetahuan penggugat.

Salinan putusan PN Atambua.

Pada Oktober 2017, saat penggugat kembali ke rumah, tergugat menuding penggugat menjalin hubungan dengan perempuan lain dan terjadilah percekcokan dan pertengkaran. Namun akhirnya didamaikan keluarga. Selepas perdamaian itu, tergugat apatis, acuh tak acuh dan tidak mengurus rumah tangga, sehingga membuat penggugat sangat beban batin sepanjang waktu.

Baca Juga :   Antisipasi Corona, Administrator Siap Tutup PLBN Motaain

Pada November 2017 hingga Desember 20l7 kembali terjadi percekcokan sehingga tergugat sering keluar rumah tanpa sepengetahuan penggugat dan sering menelepon secara sembunyi-sembunyi.
Perbuatan tergugat berlangsung secara terus menerus hingga 5 Januari 2020 dan berkomunikasi dengan pemilik nomor hp 081 337 557 xxx yang diduga milik Boni Hale, Kades Makir.

Melihat semua ulah yang ada, penggugat merasa kecewa dan putus asa, serta menilai rumah tangga penggugat dan tergugat tidak dapat dipertahankan lagi, karena memenuhi unsur-unsur penceraian sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Memperhatikan ulah dan tingkah laku tergugat yang tidak mencerminkan seorang ibu yang baik, tentunya dikuatirkan akan mempengaruhi mental dan psikologi serta masa depan kedua anak kandungnya, ANMS (P) dan WGMS Jr (L) maka perlu ada pengalihan hak asuh anak dan hak pemeliharaan anak berada dibawah kekuasaan penggugat.

Atas dalil gugatan yang ada, Majelis Hakim masing-masing Hakim Ketua, Anak Agung Gede Susila Putra, Hakim Anggota, Gustav Blees Kupa dan Sisera S.N. Nenohayfeto mengadili yakni pertama, menyatakan tergugat telah dipanggil dengan patut, akan tetapi tidak hadir. Kedua, menjatuhkan putusan perkara ini tanpa dihadiri penggugat (bij verstek). Ketiga, mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya. Keempat, menyatakan hukum bahwa hubungan perkawinan antara penggugat dan tergugat, yang telah dicatat pada kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Belu berdasarkan akta perkawinan Nomor: 8/DP/P.TKN/2001 pada 8 September 2001 putus karena perceraian dengan segala akibat hukumnya. Kelima, memerintahkan panitera PN Atambua atau pejabat yang ditunjuk untuk mengirimkan salinan putusan perkara ini yang telah berkekuatan hukum tetap, kepada Kantor Pencatatan Sipil Kabupaten Belu, untuk dicatat dalam register khusus untuk perceraian ini.
Keenam, menyatakan anak kedua yang terlahir dari perkawinan penggugat dan tergugat berada dibawah asuhan penggugat sebagai bapak kandung. Ketujuh, menghukum tergugat untuk membayar biaya perkara Rp. 276.000.

Baca Juga :   PSU di TPS 2 Besikama Berjalan Aman. Hasilnya Victory-Joss Unggul

Sementara itu, Jeremias Manek Seran Jr yang kerap disapa Manek Folo kepada media ini di ruang kerjanya, Senin (16/3/2020) membenarkan putusan PN Atambua itu. “Ya benar. Saya dan Wati Lopes sudah resmi bercerai sesuai putusan inkrah dari PN Atambua,” sebutnya.

Sebagai tindaklanjut atas putusan itu sambungnya, dirinya menerima akta cerai yang diterbitkan Discapilduk Belu Nomor 5304-CR-12032020-0001 antara dirinya dengan Maria Meliana Wati Lopes.

Sementara itu, Ferdy Bae selaku Kuasa Hukum Maria Meliana Wati Lopes yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya sudah menerima salinan putusan PN Atambua tentang perceraian antara Jeremias Manek Seran Jr dengan Maria Meliana Wati Lopes yang merupakan kliennya.

Disebutkan, pihaknya tengah mempelajari putusan itu, dan segera memasukan perlawanan ke PN Atambua. Pasalnya, putusan itu sama sekali tidak mendengarkan dalil pihaknya.

Dikemukakan, ketidakhadiran tergugat sebagaimana dalam putusan, karena tergugat sakit. “Klien kami sakit dan ini bisa kami buktikan,” tuntasnya.

Tujuan perlawanan ke PN Atambua bilangnya, untuk mendapatkan kebenaran seutuhnya dan tidak ada yang dikambinghitamkan dalam perceraian ini. (ferdy talok)

Loading...
Loading...
To Top