HUKUM & KRIMINAL

YBS Bersih dan Tidak Terima Fee Pengadaan Bawang Merah di Malaka

Stefanus Matutina

BETUN, Kilastimor.com-Setelah sekian lama diam, terkait tudingan tak berdasar oleh sejumlah pihak terkait kasus pengadaan bawang merah, akhirnya Pemda Malaka melalui Kuasa Hukum Pemerintah, Stefanus Matutina angkat bicara.

Stefanus Matutina mengatakan pemberitaan tentang keterlibatan adik kandung Bupati Malaka, YBS dalam dugaan kasus korupsi bawang merah Malaka merupakan berita fitnah yang luar biasa dan penyebaran berita hoax.

“Sebagai Kuasa Hukum Pemerintah, kami akan tempuh jalur hukum untuk mengusut tuntas kasus dugaan pemfitnahan dan Penyebaran berita hoax yang merugikan itu,” tegas, Stefanus Matutina kepada wartawan di Betun, Kabupaten Malaka, Selasa (17/3/2020).

Dikemukakan, tindakan hukum akan ditempuh terkait pernyataan dan pemberitaan media massa tentang keterlibatan YBS yang kebetulan adik kandung Bupati Malaka, dalam kasus bawang merah.
Dalam pemberitaan itu disebutkan ada keterlibatan YBS yakni menerima fee proyek yang disimpan di lima rekening.

“Saya tidak tahu data ini diambil dari mana sehingga bisa dimuat didalam pemberitaan seperti itu, sepihak dan tidak sesuai fakta pemeriksaan,” timpalnya.

Pemberitaan itu hanya sepihak dan tidak berdasarkan fakta serta tidak berimbang.
Pasalnya, pada tingkat penyelidikan, penyidikan hingga penetapan 9 tersangka oleh penyidik Polda NTT tidak pernah menyebutkan nama YBS sebagai penerima fee proyek dan menyimpan uang fee itu pada lima rekening.

“Ini merupakan fitnah yang luar biasa kepada YBS dan penyebaran berita bohong. Saya tidak tahu apa maksud mereka dibalik semuanya itu karena berita yang dimuat sepihak dan tidak sesuai fakta.
Saya bilang itu fakta non verbal artinya mereka membuat pernyataan tetapi bukan fakta hukum,” tandasnya.

Baca Juga :   Massa: Kembalikan Tanah Paroki Bolan

Dia kembali menegaskan lagi, bahwa YBS bersih dan tidak terlibat dalam urusan proyek bawang merah. Kasus sudah ditangani penyidik Polda NTT. Seharusnya dipercayakan penanganan kasus sepenuhnya kepada Polda NTT.

“Kita setuju semua kasus korupsi harus diberantas, tetapi cara pemberantantasannya bukan sekedar asal omong atau ambil fakta-fakta diluar yang tidak benar, lalu diberitakan dan disebarluaskan ke publik.
Fakta yang benar, harus datang ke Polda NTT dan tanyakan siapa saja yang menerima aliran dana itu.
Kalau ada pihak lain diluar 9 orang itu pasti penyidik sudah menetapkannya sebagai tersangka,” timpalnya.

Tetapi sampai saat ini imbuhnya, penyidik Polda NTT sudah menetapkan 9 orang sebagai tersangka dan didalam 9 orang itu tidak ada nama Bupati Malaka, Ketua DPRD Kabupaten Malaka dan YBS disebutkan sebagai tersangka kasus bawang merah.

Sebagai Kuasa Hukum Pemda Malaka, tambahnya, pernyataan Ketua Araksi dan juga orang lain bahwa ada keterlibatan Bupati Malaka, Ketua DPRD Malaka dan adik kandung Bupati Malaka, YBS sebagai aktor dan penerima fee dalam kasus bawang merah adalah tidak benar dan itu berita hoax.

Loading...
Loading...
To Top