POLITIK

DPD Demokrat NTT Minta Anggota Fraksi DPRD Belu Kembalikan Dana Reses

Ferdinand Leu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Penolakan dana reses yang dilakukan satu anggota DPRD Belu dari Fraksi Demokrat, mendapat apresiasi dari DPD Demokrat Provinsi NTT.
Apresiasi itu datang dari Sekretaris DPD Demokrat NTT, Ferdinand Leu ketika dihubungi media ini, Senin (27/4/2020).

Dikatakan, pihaknya patut memberi apresiasi kepada anggota DPRD Belu dari Fraksi Demokrat, Frans Xaver Saka, sebab melakukan langkah yang berani, dimana tidak menggunakan dana reses ditengah Pandemi COVID-19.

Langkah yang diambil tidak biasa dan penghargaan patut diberikan. Keputusan itu menandakan satu anggota fraksi yang bersangkutan memahami betul protokol kesehatan dan kondisi masyarakat saat ini, dimana tidak bisa mengumpulkan masyarakat pendukung atau konstituen.

Lebih dari itu, anggota fraksi itu begitu peka dengan dampak ekonomi yang ditimbulkan COVID-19, dimana kebanyakan masyarakat begitu sulit memenuhi kebutuhan hidup.
“Masyarakat tengah dililit masalah ekonomi, tentu ini jadi pertimbangan serius anggota fraksi itu. Tidak diterimanya dana reses menjadi bentuk kepedulian wakil rakyat. Sebaiknya dana reses direalokasi untuk kepentingan masyarakat yang membutuhkan. Mungkin itu dasar pikirnya,” ungkap Ferdi Leu sapaan karibnya.

Dikemukakan, pihaknya akan segera menyurati DPC Demokrat Kabupaten Belu, untuk memerintahkan anggota Fraksi Demokrat yang lain untuk memgembalikan dana reses yang telah diambil. “Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat, anggota fraksi demokrat yang lain mengembalikan dana reses. Ini sebagai bentuk pertanggungjawaban terhadap masyarakat,” paparnya.

Baca Juga :   Pemda Malaka Minta Masyarakat Waspadai Penyebaran Virus ASF dari Timor Leste

Menurut dia, langkah tidak memanfaatkan dana reses, jelas bebas dari ekses hukum kedepan, pasalnya pertanggungjawaban penggunaan dana reses akan diaudit oleh BPK maupun lembaga auditor lainnya.

Pada kesempatan itu, dia meminta anggota Fraksi Demokrat Belu maupun di NTT pada umumnya, untuk menjalankan instruksi yang disampaikan oleh Ketua Umum, terutama terkait Gerakan Nasional Demokrat Cegah COVID-19.
“Kita himbau terus buat kegiatan menyentuh dan sesuai kebutuhan masyarakat.

Diberitakan sebelumnya, 29 anggota DPRD Belu yang nekat menjalankan reses ditengah social distancing dan keterpurukan ekonomi yang dialami masyarakat. Tanpa mempedulikan anjuran pemerintah, 29 anggota DPRD tetap nekat jalankan reses.
Hanya satu anggota DPRD Belu, Frans Xaver Saka tidak menggunakan uang resesnya, akibat pandemi corona.

Dalam reses ini, setiap anggota DPRD mendapat dana reses sebesar Rp 25 juta, ditambah uang perjalanan dinas dalam daerah. Totalnya dana reses mencapai Rp 725.000.000. Tentunya akan lebih besar lagi jika ditambah uang perjalanan dinas dalam daerah. (sani asa)

Most Popular

To Top