TIMOR

Imigrasi Atambua Izinkan Mahasiswa Timor Leste Tanpa Dokumen Kembali ke Negaranya. Ini Langkah yang Harus Diikuti

ATAMBUA, Kilastimor.com-Imigrasi Atambua memberi kelunakan bagi mahasiswa asal Timor Leste yang akan kembali ke negaranya.
Salah satu kebijakan yang diambil memulangkan bagi mahasiswa yang tidak memiliki dokumen keimigrasian.
Demikian siaran pers Kepala Kantor Imigrasi (Kakanim) Atambua, K.A. Halim, yang diterima media ini, Jumat (10/4/2020).

Disebutkan, terkait dengan COVID-19, pihaknya akan memberikan banyak diskresi dan kebijakan kepada mahasiswa asal Timor Leste yang ingin pulang ke negaranya, namun tidak memiliki dokumen.

Jika ada kasus tersebut bilangnya, petugas Inteldakim maupun petugas PLBN maupun PLB untuk melayaninya. Walau demikian, perlu dilakukan langkah-langkah sebagai berikut, pertama, dinas kesehatan setempat baik Belu, TTU dan Malaka menjalankan periksaan kesehatan yang bersangkutan terlebih dahulu, dan dipastikan kondisinya sehat atau mengidap COVID-19 maupun sakit lainnya, dituangkan dalam surat keterangan dokter RSUD setempat secara resmi. Surat keterangan itu sebagai pegangan petugas imigrasi baik dilapangan serta Inteldakim di perbatasan.
Kedua, koordinasi dan kerjasama dengan Agen Konsul RDTL di Atambua, untuk memastikan mahasiswa tersebut adalah benar warga Timor Leste, dengan dibuktikan atau dikeluarkan dokumen seperti surat perjalanan, ID atau dokumen keimigrasian lainnya. Semua sebagai bukti yuridus pembuktian kewarganegaraannya.

Ketiga urainya, mahasiswa Timor Lesre yang ingin pulang, harus di foto, diambil sidik jari dan melakukan BAP singkat.

*
Keempat, kalau ada keluarga mahasiswa di Atambua, turut diminta keterangan sekaligus sekaligus menjadi penjaminnya dalam hal keberadaan kegiatan di Indonesia, dan bertanggungjawab selama berada di RDTL.

Baca Juga :   Bawaslu Malaka Sosialisasi UU Pemilu Kepada Mahasiswa

Kelima, dokumen yang dapat dijaminkan/dipegang oleh pihak Imigrasi bisa diminta, selama yang bersangkutan berada di Timor Leste, sebagai dokumen penting untuk kembali ke Indonesia untuk melanjutkan studi, jika COVID-19 telah tuntas.

Keenam, perlu dibuatkan data based untuk case seperti diatas, karena masih banyak mahasiswa Timor Leste yang akan pulang, namun kehilangan atau kelupaan paspornya.

Ketujuh, diskresi ini dibuat justru mengantisipasi penyebaran COVID-19 di Atambua sekitarnya, daripada yang bersangkutan melewati.jalan tikus atau illegal yang tidak dlm pengawasan medis. Tentu sanga riskan dan kemungkinan penularan COVID-19 lebih tinggi. (*/ferdy talok)

Most Popular

To Top