HUKUM & KRIMINAL

Kasat Reskrim Polres Belu Bantah Tudingan Cony Amelia. “LP Tidak Ada”

Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh AI. Siregar

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kasat Reskrim Polres Belu, AKP Sepuh IA. Siregar membantah tudingan yang disampaikan Ny. Cony Amelia Tesalonika terkait adanya laporan pencemaran nama baik, pengancaman dan pembobolan rekeningnya.

Ketika dihubungi media ini, Rabu (29/4/2020 mempertanyakan sejak kapan yang bersangkutan membuat laporan polisi? Sebuah laporan harus melalui SPKT.

Jika telah ada laporan polisi lanjutnya, Sat Reskrim akan menanganinya. “Bagaimana kita tangani sementara tidak ada laporan polisi. Namanya laporan ya harus lewat SPKT itu. Reskrim nangani kalo udah ada LP-nya,” sambung perwira balok tiga itu.

Kasat Reskrim melanjutkan, yang bersangkutan sebelumnya telah dilaporkan sejumlah member arisan online di Polres Belu.
Dia juga sedang diproses oleh atasan suaminya di Batalyon 744/SYB untuk menyelesaikan masalah dia dengan member-membernya terkait uang arisan online.

Diberitakan sebelumnya, Ny. Cony Amelia Tesalonika, istri seorang anggota Kompi B Batalion 744/SYB itu mengaku kecewa terhadap penyidik Polres Belu, lantaran laporannya terkait pencemaran nama baik, pengancaman dan pembobolan rekeningnya tidak direspon oleh pihak Polres Belu.

“Laporan saya soal pencemaran, pengancaman dan pembobolan rekening saya sudah disampaikan, tapi kenapa tidak ada respon. Malah laporan saya seperti dianggap tidak ada,” ujar Cony di Atambua, Selasa (28/4/2020).

Disebutkan, saat melaporkan kasus dugaan pencemaran, pengancaman ke SPKT Polres Belu, petugas piket menyuruhnya langsung ke Satreskrim.
Ketika sampai di Reskrim, dirinya malah menunggu hingga berjam-jam tanpa adanya kepastian.

Baca Juga :   Bone Lau Pimpin BNN Kabupaten Belu. Pintu Perbatasan Rawan Penyelundupan Narkoba

“Kita lapor tapi polisi tidak peduli,saya tunggu dari jam 9 sampai jam 15:00 Wita. Terakhir saya disuruh pulang tunggu satu atau dua hari lagi baru katanya mau cek kembali laporan,” terang Cony sapaan karibnya.

Dijelaskan, pencemaran dan pengancaman terhadap dirinya dilakukan oleh teman-teman arisannya, melalui group instagram yang dibuatnya maupun grup WA. Semua bukti percakapan di group itu sudah diserahkan kepada penyidik Polres Belu. (ferdy talok)

Most Popular

To Top