HUKUM & KRIMINAL

Ketua Araksi Resmi Dilaporkan Kuasa Hukum Pemda Malaka ke Polres. Ini Duduk Persoalannya

Stefanus Matutina

BETUN, Kilastimor.com-Kuasa Kuasa Hukum Pemda Malaka, Stefanus Matutina, SH dan Frans Tulung, SH melaporkan Ketua Araksi, Alfred Baun ke Polres Malaka.

Dua Kuasa Hukum Pemda Malaka itu melaporkan Ketua Araksi, Alfred Baun terkait dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong terhadap Bupati Malaka. Pengaduan itu tertuang dalam surat pengaduan No.10/ IV/STN.DKK/2020 tanggal Rabu (15/4/2020) yang ditujukan kepada Kapolres Malaka.

Barang Bukti yang dilampirkan dalam surat pengaduan itu berupa screen shoot berita yang dimuat media online serpangindonesia.com dan pelopor9.com.

Kuasa Hukum Pemda Malaka, Stefanus Matutina kepada media Kupang, Jumat (17/4/2020) menyebutkan, dirinya bersama pengacara, Frans Tulung SH selaku Kuasa Hukum Pemda Malaka telah resmi melaporkan Alfred Baun selaku Ketua Araksi ke Polres Malaka .

Dia mengatakan, laporan itu dibuat karena ada dugaan terjadinya tindak pidana pencemaran nama baik dan penyebaran berita bohong terhadap Bupati Malaka oleh Ketua Araksi, Alfred Baun melalui media online.

“Karena kita masih mendengarkan himbauan pemerintah untuk tidak keluar daerah terkait Pencegahan COVID-19, maka kita laporkan dugaan tindak pidana itu melalui surat pengaduan No. 10/ IV/STN.DKK/2020 tanggal 15/4-2020.
Surat pengaduan itu sudah dikirim dan diterima Polres Malaka,” terangnya.

Stefanus mengatakan, pihaknya melaporkan Alfred Baun ke Polres Malaka dengan dua alasan.
Pertama, sesuai pemberitaan media online serpangindonesia.com tanggal 8/3-2020 dimana dalam pemberitaan itu Alfred Baun menyebutkan bahwa diduga aktor kasus bawang merah itu Bupati Malaka dan Ketua DPRD Kabupaten Malaka. “Dalam laporan kasus ini, saya mewakili Bupati Malaka dan mewakili Ketua DPRD Kabupaten Malaka,” sebutnya.

Baca Juga :   Agen Konsulat RDTL Atambua Belum Terima Surat dari Pemkab Belu. Teme: Tiga Warga RDTL Diproses Hukum di Indonesia

Kedua, muncul lagi berita dalam media online pelopor9.com tanggal 8/4-2020 dengan topik berita Alfred Baun sebagai Ketua Araksi menyebut dugaan aliran uang proyek pengadaan benih bawang merah senilai Rp 1,4 miliar ke Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran.

“Apa yang dikatakan Sdr Alfred Baun sebagai Ketua Araksi dalam pemberitaan kedua media online itu merupakan pernyataan yang tidak benar, karena tidak didasarkan pada fakta yang benar dan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara hukum, sehingga dapat dikategorikan sebagai perbuatan pencemaran nama baik Bupati Malaka, sekaligus sebagai penyebaran berita bohong terhadap Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran,” tandasnya.

Tindakan atau perbuatan yang dilakukan Alfred Baun sambungnya, dilaporkan itu karena diduga melanggar dalam KUHP Psl 27 Ayat 3 Junto Psl 45 ayat 1 dan Pasal 28 ayat 1 Junto Pasal 45 ayat 2 UU no 11 tahun 2008 sebagaimana telah diubah dengan UU no 19 tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

“Karena ini merupakan delik aduan, maka harus ada permintaan dari orang yang merasa dirugikan dan telah disetujui. Sehingga melalui pengaduan ini, kami selaku Kuasa Hukum Pemda Malaka memohon kepada Kapolres Malaka agar Alfred Baun diproses dan dituntut sesuai aturan hukum yang berlaku.
Surat pengaduan ini sudah disampaikan kepada Kapolres Malaka dan tembusannya disampaikan kepada Kasatreskrim Polres Malaka. Kita harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama, Polres Malaka memanggil kita untuk menghadirkan saksi-saksi pelapor untuk diperiksa dan diproses lebih lanjut,” timpalnya.

Baca Juga :   Bupati TTS dan Polisi Diminta Pulangkan Korban Trafficking

Sementara itu, Ketua Araksi, Alfred Baun yang dikonfirmasi enggan berkomentar banyak. “Ok…Nanti saya siapkan waktu yang baik, untuk berikan tanggapan..sekarang blm,” tutupnya. (*/edy sumantri/ferdy talok)

Most Popular

To Top