TIMOR

Masa WFH ASN Diperpanjang, Pelayanan Publik Harus Tetap Berjalan

Willybrodus Lay dan JT. Ose Luan

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kebijakan Work From Home (WFH) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) kembali diperpanjang.
Hal ini menyusul diterbitkannya Surat Edaran Bupati Belu, Nomor: BKPSDMD/870/353/IV/2020 tertanggal 21 April 2020.

Dalam surat edaran yang ditandatangani Bupati Belu, Willybrodus Lay itu, menyebutkan, masa WFH terkait Virus Corona diperpanjang hingga 13 Mei 2020 mendatang dan akan dievaluasi lebih lanjut.

Dalam masa WFH, ASN diminta mengunduh dan menggunakan aplikasi pedulilindungi pada smart phone, dalam rangka survailance penanganan COVID-19. Disamping itu, setiap ASN juga diminta mengajak tetangga dan keluarga untuk mengunduh aplikasi tersebut, demi mengetahui informasi penanganan COVID-19.

Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada media ini, Selasa (21/4/2020) mengatakan, masa WFH diperpanjang hingga 13 Mei mendatang.
WFH bilangnya, bukanlah libur sehingga ASN tidaK bisa bersantai di rumah. Pada jam kerja, ASN menjalankan tugasnya yang diberikan pimpinan OPD. “Jadi pelayanan publik harus tetap jalan, karena ASN kerja dari rumah,” bilang Willy Lay sapaan karibnya.

Pimpinan OPD lanjutnya, harus mengawasi dan meminta ASN untuk menyelesaikan tugas pemerintahan dan pelayanan kepada maayarakat, sehingga pelayanan tetap berjalan seperti biasanya.

Pasca WFH paparnya, kinerja ASN akan dilakukan evaluasi baik internal OPD maupun secara menyeluruh. Hal ini untuk tetap melihat ASN mana yang bekerja dan tidak bekerja. “Mari kita tetap lakukan pekerjaan dari rumah,” tutupnya.

Baca Juga :   Pemkot Kupang Gandeng Kimia Farma Buat Hand Sanitizer dan Desinfectant Spray

Hal senada disampaikan Wakil Bupati Belu, JT. Ose Luan. Kepada media ini dia mengatakan, WFH bukanlah libur bagi ASN. Fungsi pelayanan harus tetap berjalan sebagaimana mestinya walau bekerja di rumah.

Dia mengajak semua ASN memanfaatkan teknologi informasi yang ada, untuk bekerja, tanpa harus berkantor seperti biasanya. “Jangan anggap WFH libur. Itu tidak benar. Fungsi pelayanan harus tetap ada,” timpalnya.

Dia menguraikan, nanti akan dilakukan evaluasi pasca dicabutnya kebijakan Work From Home. Disana akan terlihat kerja OPD dan ASN-nya.
“Nanti akan dievaluasi kinerja. Mari terus bekerja untuk masyarakat Belu,” ungkapnya.

Selain WFH untuk ASN, belajar di rumah untuk pelajar diperpanjang lagi. Perpanjangan masa belajar dari rumah hingga 1 Juni 2020 mendatang.

Wabup Belu itu mengajak para guru dan orang tua untuk mengawasi jam belajar bagi anak-anak, sebab kebijakan itu bukan meliburkan siswa baik SMA/SMK, SMP maupun SD. “Guru harus terus berikan tugas kepada murid melalui sistem IT ataupun aplikasi yang ada. Dan orang tua mengawasi agar proses belajar tetap berjalan di rumah,” sergahnya.

Dengan begitu, lanjut Ose Luan, pengetahuan pada siswa dan murid terus bertambah dan disegarkan kembali. “Kalau tidak, pastinya anak-anak akan bersantai ria, dan tidak akan berkembang. Generasi penerus Rai Belu harus terus disiapkan ditengah Pandemi COVID-19,” tuntasnya. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo kabupaten belu)

Baca Juga :   Rai Ulun, Kobalima Timur jadi Pusat Bulan Gotong Royong Kabupaten Malaka

Most Popular

To Top