TIMOR

Nihil COVID-19, Masyarakat Kabupaten Belu Diimbau Tetap Taati Protokol Kesehatan

Christoforus M. Loe Mau

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemda Belu melalui Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 terus memantau penyebaran dan perkembangan virus virus mematikan tersebut dari hari ke hari.
Syukurlah, hingga kini belum ada warga Belu yang tercatat positif mengidap corona.

Juru Bicara Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan COVID-19 Kabupaten Belu, Christoforus M. Loe Mau dalam rilis, Senin (20/4/2020) menyebutkan, berdasarkan data monitoring dari wilayah kerja 17 Puskesmas yang tersebar di 12 Kecamatan Kabupaten Belu, hingga kini belum ada warga Belu yang terinfeksi vorona virus. “Pasien Dalam Pengawasan (PDP) dan orang yang terkonfirmasi positif Covid-19 masih nihil,” ungkapnya.

Dilanjutkan, Orang Dalam Pemantauan (ODP) sebanyak 64 orang. Jumlah ini berkurang 48 orang dari total jumlah sebelummya. orang yang telah selesai dalam masa pemantauan hari ini 16 orang.

Sementara itu, jumlah Pelaku Perjalanan Berisiko dalam pantauan sebanyak 482 orang, dan menurun sebesar 50 orang dari jumlah Minggu (19/4/2020) kemarin sebanyak 532 orang.

Walaupun data monitoring PDP dan orang yang terkonfirmasi positif COVID-19 di Kabupaten Belu nihil imbuhnya, Pemerintah Kabupaten Belu dan Gugus Tugas terus menghimbau seluruh lapisan masyarakat, untuk tetap waspada dengan terus menjalankan pola hidup sehat, berdiam diri di rumah saja dan menjaga jarak fisik apabila bertemu orang lain, tidak boleh bersentuhan atau membatasi interaksi fisik, menghindari kerumunan orang dan selalu membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun.

Baca Juga :   Nasdem NTT Minta Pemprov Atasi Berbagai Persoalan Pendidikan

Bagi warga Kabupaten Belu yang baru pulang dari luar daerah terutama daerah yang terinfeksi COVID-19, sebut Melly Loe Mau sapaan karibnya, agar melaporkan diri ke Posko Gugus Tugas melalui call center 081238654568 yang aktif 24 jam.
Melaporkan diri penting, agar mengikuti arahan petugas termasuk mengisolasi diri. “Mari lindungi diri, keluarga dan lindungi sesama,” timpalnya.

Masih menurutnya, sesuai arahan Presiden Republik Indonesia, World Health Organization (WHO), setiap masyarakat agar menggunakan masker saat keluar rumah. Masker N95 dikhususkan kepada Tenaga Medis, sedangkan masyarakat dapat memakai masker kain yang dijahit dan selalu dicuci,” pungkasnya. (*/ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Most Popular

To Top