RAGAM

Pemda Belu Bebaskan Retribusi kepada Pedagang di Pasar Baru Atambua dan Pasar Tradisional

Willybrodus Lay

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Belu terus menunjukan kepedulian terhadap pengusaha kecil dan menengah. Salah satunya, Pemda Belu membebaskan pembayaran restribusi kepada pengguna lapak di Pasar Baru maupun pasar-pasar tradisional di Kabupaten Belu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay kepada media di rumah jabatannya, Kamis (16/4/2020) mengemukakan, Pandemi COVID-19 telah mengakibatkan perekonomian anjlok. Dan yang salah satu pihak yang merasakan dampak langsung virus itu yakni pedagang di Pasar Baru Atambua maupun pasar tradisional lainnya.

Karena kondisi itu, Pemda Belu mulai Kamis hari ini, memberikan insentif kepada para pedagang dengan membebaskan pembayaran retribusi selama tiga bulan, terhitung April, Mei dan Juni.

Pembebasan retribusi bilangnya, berlaku selama tiga bulan kedepan Mei hingga Juli mendatang. “Jadi yang pakai ruko maupun lapak-lapak di Pasar Baru Atambua maupun di pasar tradisional kita bebaskan atau kita tidak pungut tagihan retribusi harian maupun bulanan,” ungkapnya, sembari meminta pedagang wajib mengenakan masker saat bekerja. Jika tidak, maka akan diwajibkan membayar retribusi.

Langkah ini diambil, agar membantu para pedagang yang mengalami minimnya pemasukan, akibat penyebaran virus corona yang terjadi saat ini.

Terkait pembebasan retribusi ini, tambahnya, pihaknya akan melakukan revisi terhadap penerimaan daerah yang bersumber dari retribusi pasar. “Dampak COVID-19, kita akan revisi penerimaan daerah dari retribusi pasar,” tutupnya.

Pembebasan biaya retribusi kepada pedagang, sudah di sampaikan kepada Gubernur NTT, dalam Video Conference siang tadi.

Baca Juga :   Dhion Bria Seran: Jangan Ragu-ragu Kerjakan Soal

Sementara itu, Kadis Perindag Belu, Fransiskus X. Asten mengatakan, biaya sewa semua lapak pasar di Kabupaten Belu dibebaskan atau digratiskan selama tiga bulan kedepan.

Dikemukakan, dengan pembebasan biaya sewa atau retribusi, akan berpengaruh pada penerimaan daerah. Karena itu, penerimaan daerah dari retribusi pasar akan dikoreksi atau direvisi.

Dikemukakan, penerimaan retribusi pasar pada tahun 2020 ditargetkan Rp 3,5 miliar. Khusus untuk Pasar Baru Atambua, target penerimaan Rp 1,4 miliar, dan saat ini baru pungut sekira Rp 400 juta.

Menyoal wajib retribusi di Pasar Baru Atambua, dia menjelaskan, total wajib retribusi di Pasar Baru sebanyak 850 pemakai ruko dan lapak. Rata-rata penerimaan setiap bulan mencapai Rp 400 ribu hingga Rp 600 ribu.

Kabid Perizinan dan Pengembangan Perdagangan Disperidag Belu, Klemens Suri menambahkan, pihaknya telah membebaskan pembayaran retribusi mulai hari ini.
Pembebasan retribusi dipastikan berjalan khususnya sewa ruko dan lapak.

Sementara itu, Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Seran Jr. dan Wakil Ketua I DPRD Belu, Yohanes Jefri Nahak mendukung langkah pembebasan retribusi bagi pedagang, sebab saat ini ekonomi sangat lesuh, dan pedagangan kesulitan untuk menerima pemasukan. “Ini langkah yang sangat tepat. Sebagai pimpinan DPRD Belu kami dukung langkah Pemda Belu, yang peduli dengan pedagang kecil,” papar keduanya. (ferdy talok/advertoial kerja sama dengan Dinas Kominfo Kabupaten Belu)

Baca Juga :   Pemkab akan Sesuaikan Organisasi Perangkat Daerah Berdasarkan PP Nomor 18/2016

Most Popular

To Top