TIMOR

Satukan Persepsi Penanganan Pasien COVID-19, Wawali Kupang Rakor dengan Pimpinan RS Second Line

dr. Hermanus Man

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Kota (Pemkot) Kupang melakukan koordinasi dengan sejumlah Rumah Sakit (RS) second line di Kota Kupang. Sesuai SK Gubernur tersebut, ada empat rumah sakit di Kota Kupang yang ditunjuk menjadi rumah sakit second line, diantaranya, RSUD S.K. Lerik, RS Bhayangkara Kupang, RS Wirasakti Kupang dan RS Siloam Kupang.

Wakil Wali (Wawali) Kota Kupang, dr. Hermanus Man ketika melakukan rapat koordinasi dengan para Direktur RS se- Kota Kupang, Rabu (15/4) menyampaikan, koordinasi ini perlu dilakukan untuk membahas langkah-langkah penanganan pasien Covid 19 di rumah sakit penyanggah dan rumah sakit rujukan yang ada di Kota Kupang. Menurutnya ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam upaya penanganan ini, diantaranya adalah alur penanganan penderita.

Wawali menegaskan agar semua temuan kasus COVID-19 di Kota Kupang baik oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), rumah sakit second line maupun non second line harus dibawa ke klinik COVID-19 di RSUD S.K. Lerik.
Saat ini RSUD S.K. Lerik memiliki delapan tempat tidur untuk ruang isolasi dan dalam waktu dekat akan bertambah menjadi 20 tempat tidur.

“Jika nantinya ruang isolasi tersebut penuh, pihak RSUD S.K. Lerik wajib melapor ke Posko (Dinas Kesehatan Kota Kupang) untuk mengalihkan pasien ke RS second line lainnya. RS second line sendiri hanya bisa menangani pasien yang masih dalam kategori ODP, PDP ringan dan sedang. Jika sudah masuk kategori PDP berat harus dirujuk ke RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang,” paparnya.

Baca Juga :   KNPI akan Mengawal dan Bekerjasama dengan Pemda Malaka

Halaman : 1 2

Most Popular

To Top