TIMOR

SBS: Hukuman Mati Menanti, Jika Ada Penyalahgunaan Dana Penanganan COVID-19

Stefanus Bria Seran

BETUN, Kilastimor.com-Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran (SBS) mewanti-wanti terkait pengelolaan dana penanganan virus corona.
Dia minta seluruh pejabat yang terlibat dalam pengelolaan keuangan untuk pencegahan dan penanganan Pandemi COVD-19 di Kabupaten Malaka, agar jangan coba-coba tilep atau korupsi dan tidak boleh mengambil kesempatan dalam kesempitan ini. Penyalahgunaan dana itu bisa berakibat fatal yakni hukuman mati.

SBS kepada wartawan di kediaman Haitimuk, Malaka, Senin (6/4/2020)
menegaskan penggunaan keuangan harus sesuai ketentuan yang berlaku. “Tidak boleh korupsi dan tidak boleh aji mumpung untuk menyalahgunakan dana ini. Karena ancamannya hukuman mati karena negara kita dalam keadaan bahaya sehingga tidak boleh ada yang bermain-main soal pemanfaatan dana dimaksud,” terang dia.

Dirinya sudah minta kepada para pejabat yang ditugaskan mengelola anggaran di masing-masing instansi agar mengurusnya dengan sebaik-baiknya.

Untuk anggaran pencegahan dan penanganan COVID-19 terang dia, sudah ada perintah dari Presiden yang sudah dijabarkan lebih lanjut oleh Mendagri dan Menteri Keuangan supaya semua uang yang ada dapat dialihkan untuk pencegahan penularan COVID-19.

“Sudah ada perintah supaya semua proses pembelanjaan barang dan jasa yang belum dilaksanakan, sementara dilaksanakam atau sudah dilaksanakan, harus stop termasuk dana desa dapat dimanfaatkan untuk penanganan penyakit ini. Dari segi pembiayaan tidak ada masalah karena dapat dialihkan untuk penanganan penularan Covid 19,” timpalnya.

Baca Juga :   Malaka Dapat Kucuran Dana Pengembangan Benih Unggul

Dilansir media ini, Pemerintah Kabupaten Malaka sudah mengalokasikan anggaran tahap awal untuk penanganan COVID-19 sebesar Rp 5,4 miliar. (edy sumantri)

Most Popular

To Top