HUKUM & KRIMINAL

Diduga Sebarkan Hoax, Akun Instagram Melaniesubono Dilaporkan ke Polres Belu

ATAMBUA, Kilastimor.com-Akun Instagram Melaniesubono dilaporkan ke Polres Belu, karena diduga telah melakukan pencemaran nama baik dan menyebarkan berita bohong.

Kepala Desa Kenebibi, Kecamatan Kakuluk Mesak, Kabupaten Belu, Provinsi NTT, Petrus Kapir kepada media usai melaporkan akun Melaniesubono di Polres Belu, Senin (18/5/2020) mengemukakan, dirinya mengatasnamakan masyarakat melaporkan postingan Akun Instagram Melaniesubono dari Yayasan Rumah Harapan, yang tidak sesuai dengan kenyataan yang dialami.

Postingan yang viral dan menuai banyak komentar tersebut menyebabkan kemarahan dan ketidakpuasan masyarakat Kenebibi. Petrus Kapir menyatakan hal itu tidak benar atau tidak sesuai dengan fakta lapangan.

“Itu sama sekali hoax atau bohong. Mana ada bantuan dari yayasan itu di desa kami. Tidak ada 61 KK miskin atau 34 bayi yang kelaparan,” tandas Petrus Kapir.

Selama ini bilang dia, ada program PKH bagi masyarakat, bantuan BLT dari DD, dan ada pula pemberian makanan tambahan bagi balita. “Tidak ada lagi yang makan sagu di desa kami. Kok tiba-tiba si akun melaniesubono tulis begitu, kami sudah laporkan ke Polisi,” ujarnya.

Senada, Ketua BPD Kenebibi, David L. Lau Serang mengatakan pihaknya sudah menelusuri warganya dan tidak satupun yang menerima bantuan seperti yang dituliskan akun Melaniesubono.

“Kami sudah tanya ke tiap warga Kenebibi, tidak ada yang terima bantuan dari RUMAHHARAPAN. Lalu foto yang dia muat di instagramnya itu bukan warga Kenebibi, kami sudah cek semua, ini pencemaran nama baik bagi kami,” urai David.

Baca Juga :   Willy Lay: Pertemuan dengan KPK sebagai Upaya Preventif KKN

Atas laporan tersebut, Kasat Reskrim Polres Belu, Sepuh IA. Siregar mengatakan akan memproses lebih lanjut. Pihaknya akan berkoordinasi dengan Polda NTT, untuk mengecek lebih lanjut akun melaniesubono tersebut.

Pantauan media ini, saat melaporkan akun tersebut, Pemerintah Desa Kenebibi didampingi Kepala Kesbangpol Belu, Marius F. Loe Camat Kakuluk Mesak, Amandus Linci.

Untuk diketahui, dalam akun Instagramnya #Melaniesubono mengatakan bahwa di desa Kenebibi terjadi kelaparan yang mengakibatkan masyarakat terpaksa makan sagu.

” 61 KK dengan 34 bayi KELAPARAN…gak punya lauk jadi makan sagu DENGAN LAUK SAGU…gak pernah terbayangkan.” Tulis Melaniesubono di instagram yang telah di screen shot dan di print.

Lanjutnya lagi, ” Mama-mama ini sudah hampir sebulan TIDAK PUNYA LAUK…dan terpaksa makan sagu…dan saat ditanya LAUKNYA APA MA?- ya sagu padahal mereka BUKAN pemakan sagu. Ini tepatnya di desa Kenebibi Kecamatan Kakuluk Mesak Utaranya Kabupaten Belu…”

Tulisnya lagi,” Ekonomi mereka hidup dari Jagung tapi di masa COVID ini pasar di Kota-kota besar TUTUP. Dan kalaupun mau bawa kepasar yang lebih jauh tidak ada orang mau memodali MINYAK nya (bensin). Jadilah RUMAHHARAPAN membantu 3000 masker dan SEMBAKO untuk 61 KK termasuk mi, beras dan gula TERMASUK JUGA SUSU bayi dan bubur bayi untuk bayi/balita disana. Donasi dapat dilakukan di WA 08174122584. (ferdy talok)

Baca Juga :   Anggota MPR RI, Paul Liyanto: Mata Pelajaran PMP Wajib Ada, Demi Pembentukan Karakter Anak Bangsa
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top