EKONOMI

Dinas Pertanian Belu Olah 30 Hektare Lahan Milik Warga Tastim

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Belu melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, terus berupaya menggali potensi pertanian di Kabupaten Belu demi kesejahteraan petani.

Hal ini ditunjukkan dengan pengolahan lahan masyarakat sekira 30 hektare di Manleten, Kecamatan Tasifeto Timur, Kabupaten Belu.

Untuk memastikan intervensi pengembangan pertanian, Rabu (13/5/2020) Bupati Belu, Willybrodus Lay meninjau pengolahan lahan pertanian di Desa Manleten.

Dalam kunjungan itu, Bupati Belu didampingi Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Belu, Gerardus Mbulu.

Bupati Belu, Willybrodus Lay yang dikonfirmasi media ini mengemukakan, apa yang dilakukan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sangatlah membantu masyarakat. “Kita dukung upaya dinas pertanian bantu masyarakat siapkan lahan untuk musim tanama mendatang,” paparnya.
Dikatakan, pihaknya terus mendorong dinas memanfaatkan alsintan yang ada, untuk mengolah lahan milik warga, sebagaimana dilakukan di Manleten. “Dinas punya banyak traktor. Ini harus dimanfaatkan untuk bantu para petani,” tandasnya.

Willy Lay menambahkan, tidak saja di Desa Manleten, namun di desa-desa lain juga dilakukan hal yang sama. “Ya..silahkan para kepala desa berkoordinasi dan bekerjasama dengan Dinas Pertanian Belu, terkait pengelolaan lahan milik warga,” paparnya.

Ia berharap, para petani yang lahannya diolah untuk menggarapnya ketika musim hujan nanti. Pada lahan yang ada, bisa ditanami berbagai tanaman pertanian, demi meningkatkan produksi hasil pertanian juga untuk ketahanan pangan masyarakat petani.

Baca Juga :   Kadispar Malaka Minta Masyarakat Jaga Kebersihan Pantai

Pada bagian yang sama, dia meminta dinas untuk tidak saja mengolah lahan, namun juga memberi bantuan bibit dan pupuk juga memberikan pendampingan yang rutin, sehingga hasil produksi pertanian meningkat dan membantu ekonomi masyarakat petani. “Pendampingan oleh PPL penting, dan ini harus rutin untuk semua petani,” tandasnya.

Sementara itu, Kadis Pertanian dan Ketahanan Pangan, Gerardus Mbulu mengatakan, lahan yang diolah kurang lebih 30 hektare.
Lahan yang ada merupakan tanah suku yang akan diberikan kepada 30 kepala keluarga untuk menggarapnya.

Dia menambahkan, lahan ini rencananya akan ditanami dengan pelbagai tanaman ekonomis umur pendek dan panjang, seperti jagung, kopi serta tanaman holtikultura lainnya demi menunjang kesejahteraan keluarga.

“Tempat ini akan dibantu penyiraman oleh alat horse. Jadi penyemprotan di musim kemarau ini kita menggunakan alat ini,” ungkapnya.

Untuk meningkatkan produktifitas pertanian lanjutnya, masih terdapat banyak kekurangan, tetapi pihaknya berharap, apa yang sudah diupayakan pemerintah bisa membantu masyarakat dalam menghadapi COVID-19.

“Semoga masyarakat yang berdampak langsung COVID-19, bisa terbantu dengan mengolah lahan pertaniannya, sehingga bisa menambah pendapatan mereka,” tandasnya.

Sesuai rencana, lahan seluas 30 hektar ini akan ditanami tanaman jagung dan kopi dalam minggu kedua atau ketiga dalam bulan ini. (*/ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top