TIMOR

Pemda Malaka Minta Keruk Sedimen Bendung Benenain, Ini Jawaban BWS NT II

BETUN, Kilastimor.com-Bendung Benenain di Desa Kakaniuk, Kecamatan Malaka Tengah, Malaka, NTT, terjadi pendangkalan akibat tumpukan sedimentasi yang terjadi setiap tahun, jika dibiarkan Bendung Benenain dan sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) akan mengalimi banjir setiap musim hujan.

Pemerintah Kabupaten Malaka melalui Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malaka minta pihak Balai Wilayah Sungai Nusa Tenggara II (BWSNT/MT II) di Kupang segera melakukan normalisasi.

Kepala BPBD Kabupaten Malaka, Gabriel Seran saat dijumpai media ini rabu (20/5/2020) mengatakan , demi normalnya Bendung Benenain, seharusnya Petugas BWSNT II Kupang
melaksanakan pengerukan sedimentasi setiap tahun, agar tidak terjadi bencana banjir.

Disebutkan, belakangan ini petugas BWSNT belum pernah malakukan  pengerukan sedimen atau endapan matreal pasir yang mengendap di DAS dan Bendung Benenain,  Selain itu, menurutnya, penumpukan sedimentasi selain bisa mengalami banjir bisa menyebabkan kerusakan bangunan bendung akibat tanah endapan mendesak bangunan.

Sebelumnya,  Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran sudah pantau langsung DAS Benenain bersama Kapolres Malaka AKBP Albert Neno Dandim 1605/belu dan pimpinan perangkat Daerah lingkup Kabupaten Malaka kemarim selasa(19/5/2020)

Bupati malaka Stefanus Bria Seran mengatakan seedimentasi yang mengendap di DAS tidak bisa dibiarkan begitu saja harus di keruk dan dinormalisasai agar tidak mengakibatkan banjir .

Kepala BWS NT II, Ir. Agus Sosiawan, ME, saat di hubungi media ini melalui
pesan WA mengatakan, Bendung Benenain tidak mesti dikeruk kalau pengoperasian pintu dua bendung itu sudah tepat alirannya, pasti menuju intake.

Baca Juga :   Yayasan LeviCo akan Sumbangkan 1.000 Buku untuk Rumah Baca Anak Bangsa Malaka

Pasalnya, di bendung ada pintu pembilas kalau dikeruk 1 kali musim hujan penuh lagi oleh sedimen.
Fungsi bendung bukan seperti waduk untuk menampung air. Bangunan bendung fungsinya meninggikan asal mula air, sehingga bisa dialirkan kesaluran hingga ke sawah. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top