HUKUM & KRIMINAL

Penyidik Polres Belu Ambil Keterangan Saksi-saksi Terkait Dugaan Pengrusakan Rumah Oleh Manek Folo

AKBP Cliffry S. Lapian

ATAMBUA, Kilastimor.com-Dugaan penyerangan dan pengrusakan rumah yang diduga dilakukan oleh Jeremias Manek Seran Jr. yang merupakan Ketua DPRD Belu terus didalami pihak Kepolisian Resor (Polres) Belu.

Kapolres Belu, AKBP Cliffry S. Lapian yang dikonfirmasi media ini, Minggu (17/5/2020) terkait dugaan penyerangan dan pengrusakan rumah yang diduga dilakukan oleh Manek Folo sapaan karib Ketua DPRD Belu itu mengemukakan, proses sementara dilakukan penyidik Reskrim Polres Belu. “Proses sementara dilakukan penyidik,” katanya.

Saat ini lanjutnya, penyidik sedang mengambil keterangan pengambilan keterangan dari saksi-saksi. “Pengambilan keterangan saksi sedang kita lakukan. Jadi penyelidikan sedang berlangsung,” bilangnya.

Dari keterangan para saksi, akan dilihat peran terduga, dalam kasus yang dilaporkan. Setelah semua bukti dan alat bukti lengkap, maka ditetapkan tersangka.

Diberitakan sebelumnya, cekcok antara Ketua DPRD Belu, Yeremias Manek Seran Jr. dan mantan istrinya, Wati Lopes kembali terjadi, Jumat (15/5/2020) sekira pukul 17:00 Wita.
Hal itu bermula, saat Ketua DPRD Belu yang karib disapa Manek Folo itu mendatangani rumah mantan istrinya, dibilangan Haliren, Kelurahan Manuaman, Atambua Selatan.

Sesuai keterangan Frido Lopes, adik kandung Wati Lopes kepada media mengatakan, Ketua DPRD Belu yang juga mantan iparnya mendatangi kediaman mereka.
Sesampai di rumah, diduga Ketua DPRD Belu langsung mematikan meteran listrik, lalu pergi.
Pihaknya tidak sempat menanyakan ikhwal Manek Folo sapaan karibnya mematikan meteran listrik.

Baca Juga :   Willy Lay: Pertemuan dengan KPK sebagai Upaya Preventif KKN

Disebutkan, pihak keluarga pun langsung menghubungi beberapa anggota polisi untuk datang ke rumahnya.

Sekira 20 menit kemudian lanjutnya, Manek Folo kembali mendatangi rumah mantan istrinya dan langsung diduga mematikan lagi meteran listrik. Dia kemudian langsung masuk rumah.
Saat itu, kakaknya Wati Lopes sedang menyapu rumah. Melihat kedatangan Manek Junior, kakaknya pun langsung ketakutan dan memanggil dirinya. Saat itu, Frido sedang berada di samping rumah. Frido pun langsung mendatangi mantan iparnya dengan membawa sebilah parang.

Melihat kedatangan dirinya, Manek Junior memilih untuk pulang. Frido langsung bertanya, “Lu datang saya punya rumah untuk apa? Lu kenapa kasih mati kami pun meteran lampu rumah?

Menurut Frido, saat itu Manek Junior mengatakan bahwa dia datang untuk mengambil motor anaknya. Frido pun lantas langsung menyergahnya. Kalau lu mau ambil motor, ambil saja, kenapa harus kasih mati meteran?

Karena mendengar ada pertengkaran kata Frido, salah seorang saudaranya datang dan merampas parang yang dipegangnya.

Manek Folo lanjut dia, diduga memecahkan beberapa kaca rumah. Akibatnya, perkelahian tak dapat terhindarkan. Hanya saja pihak keamanan yang berada di lokasi kejadian, meleraikan keduanya dan menyuruh Manek Junior untuk pulang.

Sekitar 30 menit berselang, Manek Folo kembali mendatangi rumah mantan istrinya dengan membawa sanak keluarganya ikut bersamanya. Pertengkaran mulut pun tak dapat terhindarkan.

Baca Juga :   Terima Suap, Anak Buah Megawati Ditangkap KPK

Terpisah, Manek Junior kepada wartawan menuturkan, dirinya mendatangi rumah mantan istrinya untuk memberikan uang sebesar Rp 10 juta. Akan tetapi, niat baiknya itu dibalas dengan penyerangan yang diduga dilakukan oleh Frido.

“Saya tadi mau antar uang Rp 10 juta, tapi saya malah diserang. Saya ditikam ini,” jelas Manek Folo di Mapolres Belu, sembari menunjukkan telapak tangannya yang terluka

Pihak Kepolisian pun saat itu langsung meminta Manek Junior untuk melakukan Visum di RSUD Atambua. Usai mengambil visum, Manek Folo langsung kembali ke Polres belu untuk diambil keterangan lebih lanjut. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top