POLITIK

Tak Terima Dana Reses, Anggota DPRD Ini Malah Diperiksa BK DPRD Belu

Agustinho Pinto

ATAMBUA, Kilastimor-Anggota DPRD Belu, Frans Xaver Saka tetap pada pendiriannya untuk menjalankan reses di dapilnya tanpa menggunakan dana reses yang dialokasikan sebesar Rp 25 juta.
Keputusan wakil rakyat itu diambil sebagai bentuk kepedulian atas pandemi COVID-19 yang menyebabkan ekonomi masyarakat menurun.

Keputusan pro rakyat itu, ternyata berbeda dengan Badan Kehormatan (BK) DPRD Belu. BK yang diketuai Eduardus Mauboi itu malah memeriksa anggota DPRD itu, dengan dasar melanggar tatib.

Ketua BK DPRD Belu, Eduardus Mauboi yang dikonfirmasi media ini, Rabu (13/5/2020) terkait informasi pemeriksaan terhadap anggota DPRD Belu Frans Saver Saka yang kerap disapa Apin Saka membenarkan hal itu.

“Informasi tentang pemeriksaan anggota DPRD Apin Saka benar. Kami dari BK sudah panggil untuk diklarifikasi dan sementara dalam proses,” paparnya.
Ditanyai apakah telah ada kesimpulan dari pemeriksaan itu, dia tidak menjawabnya.

Terpisah, Anggota BK DPRD Belu, Agustinho Pinto yang dikonfirmasi mengatakan hal yang sama.
Dikemukakan, anggota DPRD yang tidak mengambil dana reses atas nama Apin Saka telah dilakukan klarifikasi.

Hasilnya kata dia, yang bersangkutan melakukan reses walau tidak mengambil dana reses. Hal ini dibuktikan dengan dimasukannya pokok pikiran dan laporan reses kepada pihak Setwan.

Masih menurutnya, pihaknya sudah memasukan laporan kepada pimpinan DPRD, untuk ditindaklanjuti. “Kita sudah masukan laporan hasil klarifikasi ke pimpinan. Kita tunggu tindaklanjutnya,” papar dia.

Baca Juga :   Wali Kota dan Wawali Pantau Vaksinasi BPD GBI Kota Kupang

Ditanyai apa pelanggaran atas tata tertib DPRD yang lakukan Apin Saka, dia mengatakan, ada pelanggaran, hanya dirinya lupa pasal tatib DPRD Belu.

Terpisah, anggota DPRD Belu, Apin Saka membenarkan dirinya tidak menerima atau memgambil dana reses, akibat pendemi COVID-19 yang terjadi. Meski tidak terima dana reses, anggota Fraksi Demokrat itu tetap melakukan reses secara pribadi.

Diberitakan sebelumnya, pandemi COVID-19 yang melanda dunia, termasuk Indonesia membuat aktivitas masyarakat nyaris terhenti, seiring dikeluarkannya protokol kesehatan oleh pemerintah, terkhusus phsycal distancing atau social ditancing.

Namun hal berbeda ditunjukan oleh 29 anggota DPRD Belu yang nekat menjalankan reses ditengah social distancing dan keterpurukan ekonomi yang dialami masyarakat. Tanpa mempedulikan anjuran pemerintah, 29 anggota DPRD tetap nekat jalankan reses.

Halaman : 1 2

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Most Popular

To Top