RAGAM

Tiga Korban Sumur Maut di TTU Berhasil Dievakuasi Tim SAR dan Langsung Dimakamkan

Jenazah ketiga warga TTU disemayamkan usai evakuasi.

KEFAMENANU, Kilastimor.com-Tiga warga Desa Oenenu Selatan, Kecamatan Bikomi Tengah, Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Provinsi NTT, yang terjatuh ke dalam sumur saat membersihkan sumur milik Gregorius Amleni berhasil dievakuasi.
Ketiga korban masing-masing Eduardus Abi (20), Deodatan Sasi (23), dan Emanuel Toni (23) di evakuasi dari dalam sumur dengan kedalaman 18 meter tersebut memakan waktu sekira 24 jam, terhitung dari kejadian pada pukul 7:20 Sabtu pagi hingga Minggu (17/05/20) siang.

Evakuasi korban berjalan cukup lama karena banyak kendala yang dihadapi oleh Tim SAR dari Kupang yang baru tiba di TKP maupun pihak kepolisian Polsek Miomaffo Timur.
Kendala yang dihadapi yakni hujan dan bibir sumur yang sempit.

Korban pertama yang berhasil dievakuasi Tim SAR yakni Emanuel Toni sekira pukul 23:00 Wita, Sabtu (16/05/20) malam hari.
Sementara kedua korban lainnya baru berhasil dievakuasi Minggu (17/05/20) pagi.

Ketiga korban diduga kuat mati lemas akibat kekurangan oksigen dan gas beracun di dalam sumur.

“Ketiga korban berhasil dievakuasi walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama, karena hambatan seperti hujan, bibir sumur yang sempit dan sumur yang lumayan dalam. Tim SAR sangat berhati-hati,” ujar Kapolsek Miomaffo Timur, IPDA Gustaf Steven Ndun, saat ditemui di TKP, Minggu (17/05/20).

Ketiga korban ungkapnya telah dimakamkan oleh keluarga dan kerabatnya sekitar pukul 15:00 secara bersamaan.

Baca Juga :   Beri Bina Dorong Masyarakat Talawai Bangun Semangat Gotong-Royong

Diberitakan sebelumnya, kejadian tersebut berawal dari pemilik sumur Gregorius Amleni meminta bantuan para korban dan rekan-rekannya untuk menguras sumur yang terletak di belakang rumahnya menggunakan mesin penyedot air dengan imbalan Rp 50.000.
Para korban menguras sumur pada Jumat (15/05/20) dan dilanjutkan pada Sabtu keesokan harinya.

Sabtu (16/05/20) sekitar pukul 07.21 Wita, para korban dan rekan-rekannya lanjut menguras sumur menggunakan mesin pengisap air. Mesin tersebut diikat dengan tali dan dimasukkan ke dalam sumur yang kedalamannya kurang lebih 18 meter.

Saat proses pengurasan korban Deodatan mengatakan bahwa gas mesin penyedot air berkurang sehingga air yang keluar tidak banyak.
Korban Eduardus langsung membuka bajunya dan masuk ke dalam sumur dengan berpegangan pada tali dan menapak pada dinding sumur, saat korban Eduardus mencapai genset serta menaikkan gas, tiba-tiba ia tergelincir dan jatuh ke dalam air. Korban Deodatan yang melihat kejadian tersebut berusaha masuk ke dalam sumur dengan berpegangan pada tali untuk menyelamatkan korban Eduardus. Deodatan berusaha menarik Eduardus ke luar, akan tetapi tiba-tiba keduanya jatuh ke dalam air.

Melihat hal itu, korban Emanuel, yang sehari–hari bekerja sebagai tukang ojek, berusaha menyelamatkan Eduardus dan Deodatus dengan cara masuk ke dalam sumur menggunakan tali. Saat Emanuel sudah berada di dalam sumur, ia berteriak kepada rekan-rekannya untuk menariknya ke luar. Rekan-rekannya bersama masyarakat yang berada di TKP berusaha menarik Emanuel akan tetapi tiba-tiba ia jatuh ke dalam sumur. (isto santos)

Baca Juga :   Kepala BNK Belu Ancam Kirim Pengedar Narkoba ke Kuburan
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top