TIMOR

Wawali: Sholat Ied Dilangsungkan di Rumah Masing-masing Jamaah

KUPANG, Kilastimor.com-Pemerintah Kota Kupang menggelar rapat terkait pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1 Syawal 1441 Hijriyah yang jatuh pada 24-25 Mei 2020.

Rapat yang dihadiri oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) tingkat Kota Kupang, Jumat (22/5) berlangsung di Ruang Rapat Garuda Lantai 2 Kantor Wali Kota Kupang dan dipimpin Wakil Walikota, dr. Hermanus Man.

Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, MM., MH ketika menyampaikan arahan singkat diawal rapat berharap rapat koordinasi tersebut dapat menyepakati solusi terbaik bagi seluruh pihak dan hasilnya dapat disosialisasikan secara luas kepada masyarakat, terutama kepada umat Islam di Kota Kupang.

Rapat membahas pelaksanaan Shalat Ied Idul Fitri ditengah pandemi COVID-19 sesuai protokol kesehatan dan Maklumat Kepala Kepolisian RI Nomor: MAK/2/III/2020, tanggal 10 Maret 2020 Tentang Kepatuhan Terhadap Kebijakan Pemerintah Dalam Penanganan Penyebaran COVID-19, Edaran Menteri Agama RI Nomor SE.06 Tahun 2020 tanggal 06 April 2020 tentang Panduan Ibadah Ramadhan dan Idul Fitri 1 Syawal 1441 H di tengah Pandemi Wabah COVID-19, Fatwa MUI Nomor: 286/DP-P/MUINTT/V/2020 tentang Pelaksanaan Shalat Idul Fitri 1441 H dalam situasi wabah COVID-19 dan Surat Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Nusa Tenggara Timur terkait Pelaksanaan Shalat Ied 1441 H dilingkungan Provinsi NTT

Hasil kesimpulan rapat tersebut menyepakati untuk menaati segala peraturan yang telah ditetapkan oleh pemerintah dan para pemimpin umat pada kelembagaan/organisasi nasional maupun daerah terkait dengan pelaksanaan IdulFitri 1441 hijriah khususnya di Kota Kupang.

Baca Juga :   Syarat Dukungan Diterima, KPU Belu Lakukan Verifikasi Administrasi Viva Mateke

Dalam kesempatan itu, Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad, MS menyampaikan bahwa meskipun sebagian umat Islam di Kota Kupang menginginkan agar pelaksanaan Shalat Ied tetap digelar di masjid-masjid maupun di lapangan seperti tahun-tahun sebelumnya, namun pada akhirnya pemerintah Kota Kupang bersama Forkopimda mengambil langkah bahwa pelaksanaan Sholat Ied dilaksanakan sesuai keputusan yang disepakati oleh pemerintah dan para tokoh agama.

Rapat Forkopimda yang diikuti oleh sejumlah unsur terkait yaitu Walikota Kupang, Wakil Walikota Kupang, Ketua DPRD Kota Kupang, Ketua Pengadilan Negeri Kelas 1 A / Tipikor / Hubungan Industrial Kupang, Wakapolresta Kupang Kota, Dandim 1604, Kajari Kupang, Pj. Sekda Kota Kupang, Kaban Kesbangpol Kota Kupang, Kakan Kemenag Kota Kupang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang, Ketua MUI Kota Kupang, Sekum Dewan Masjid Kota Kupang dan Ketua PHBI Kota Kupang.

Hasil rapat dituang kedalam dokumen kesepakatan bersama yang ditandatangani oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefirstson R. Riwu Kore, M.M., M.H., Ketua DPRD Kota Kupang, Yeskiel Loudoe, S.Sos, Kajari Kota Kupang, Maks Oder Sombu, S.H., M.H., Ketua PN kelas 1 A Kota Kupang, Dju Jhonson Mira Mangngi, S.H., M.H., Ketua MUI Kota Kupang, H. Muhammad MS, Sekretaris Umum Dewan Masjid Kota Kupang, H. Dony Saidun Ali, S.Pdi, Wakapolres Kupang Kota, Kompol Didik Kurnianto, S.H., S.I.K., Kasdim 1604/Kupang, Letkol Inf. Sugeng Prihatin, S.S., M.Sc., M.Tr.Hanla. (sani asa)

Baca Juga :   Komnas Perempuan akan Perjuangkan Nasib Dua WNI yang Ditahan Timor Leste
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top