TIMOR

1 Juli, Rumah Ibadat di Malaka Kembali Dibuka

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka menggelar rapat persiapan penerapan new normal atau norma baru kehidupan bagi warga di Kabupaten Malaka di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (4/6-2020)

Rapat persiapan dihadiri Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran, Kapolres Malaka AKBP Albert Neno Kasdim 1605/Belu, Mayor Inf Ery Nathan Melek Saris Ninu
Sekda Malaka, Donatus Bere para pimpina Kepala Perangkat Daerah Tiga pimpinan agama, Kristen Katolik, Kristen Protestan dan Islam

Rapat persiapan itu menghasilkan dua keputusan yakni per tanggal 15 Juni 2020 Kantor sudah berjalan normal sesuai Protokol kesehatan dan 1 Juli Rumah Ibadat dibuka sesuai protokol kesehatan.

Sementara untuk kegiatan sosial kemasyarakatan seperti pelaksanaan pesta, kedukaan dan upacara adat belum dibuka, sambil melihat penerapan pada dua hal yang sudah ditetapkan diatas.

Demikian Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran dalam konferensi pers kepada wartawan usai rapat persiapan di Aula Kantor Bupati Malaka, Kamis (4/6/2020).

Dikatakan, rencana pembukaan kembali kantor-kantor Pemerintah pada 15 Juni dengan tetap menerapkan protokol kesehatan di kantor–kantor, maka diatur supaya pipinan organisasi perangkat daerah bisa mengatur dan menghitung kapasitas ruangan. Pengaturan pegawai berkantor secara sift ada shift pagi dan siang secara bergantian, supaya tidak ada penumpukan pegawai di kantor.

”Kita akan mantapkan lagi dalam rapat bersama Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Rabu (11/6/2020) minggu depan. Supaya padab 15 Juni sudah bisa diterapkan norma baru di kantor-kantor. Dalam rapat pemantapan itu pengaturan yang dilakukan kepala perangkat daerah berdasarkan jumlah pegawai dan kapasitas ruangan yang mereka miliki,” tukasnya.

Baca Juga :   Pemkot Serahkan Bantuan 30 Gerobak Kuliner kepada PKL

Selain itu pihaknya juga dalam rapat itu akan melihat kesiapan petugas kesehatan yang membantu melakukan tes suhu dan identifikasi mereka yang sakit agar tidak boleh masuk kantor.

”Di kantor–kantor tetap menggunakan protokol kesehatan yakni pakai masker, cuci tangan, jaga jarak, tidak berkerumun dan diperiksa suhu tubuh,” terangnya.

Untuk pelaksanaannya urai Bupati Malaka, diawasi oleh pihak kepolisian, Satpol PP dibantu TNI agar pelaksanaan norma baru di Kabupaten Malaka berjalan baik.

Dilanjutkan, diharapkan per 1 Juli tempat ibadah sudah dibuka untuk dilakukan penggunaannya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan.

”Rapat pemantapan dilakukan pada 17 Juni nanti, supaya para pemimpin tempat ibadat melakukan sosialisasi kepada umat agar menjalankan protokol kesehatan.

“Misalnya di gereja Katolik ada bangku yang dulunya bisa duduk 6 orang tetapi karena penerapan protocol kesehatan, maka setiap tempat duduk hanya ditempati 3 orang umat. Kapasitasnya berkurang dalam jumlah dan jarak sehingga harus dihitung. Tadi saya minta supaya para pastor bisa lakukan rapat dengan DPP terkait penerapan Covid 19 saat ibadat di gereja,” paparnya.

Ini bukan soal suka dan tidak. Apa yang dilakukan pemerintah ini soal keselamatan rakyat. Tugas pemerintah adalah melindungi dan menjaga rakyat agar tidak terdampak. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top