TIMOR

BKKBN NTT Peringati Harganas ke-27. Mau Kuru: Keluarga Harus Kuat

KUPANG, Kilastimor.com-Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menggelar upacara peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27, di halaman kantor BKKBN Provinsi NTT.

Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi NTT, Marianus Mau Kuru, SE.,MPH mengatakan, setelah Indonesia merdeka tahun 1945, masih ada peperangan, karena Belanda tak sepenuhnya meninggalkan Indonesia.
Pada 22 Juni 1949, barulah Belanda menyerahkan kedaulatan kepada Pemerintah Indonesia.
Saat itu, para pejuang kembali keluarga dan 29 Juni diperingati sebagai Hari Keluarga Nasional berdasarkan Perpres Nomor 39 tahun 2014.

Dengan momentum itulah, keluarga dikenang sebagai unit terkecil karena keluarga yang menciptakan manusia dan memanusiakan manusia. Keluarga harus dibimbing dan dibina dengan baik, agar menjadi keluarga yang kuat.

Keluarga paparnya, merupakan titik sentral pembangunan. Sehingga pada momentum harganas ini, semua kita menjadikan keluarga sebagai titik sentral pembangunan.

“Keluarga juga harus mempunyai perencanaan yang matang dari semua aspek, misalnya, kapan seorang anggota keluarga harus mengeyam pendidikan yang setinggi-tingginya, kemudian setelah menyelesaikan pendidikan, kapan seorang anggota keluarga harus mencari pekerjaan yang layak, barulah merencanakan pernikahan. Ketika berkeluarga, semua aspek kebutuhan sudah tercukupi,” katanya. 

Marianus berharap agar jadikan meja makan sebagai tempat diskusi keluarga dan komunikasi dalam perjamuan dan sebagai tempat mencari solusi dari setiap persoalan.

Bonus demografi tambahnya, tercapai karena keluarga. Maka ia berpesan kepada semua keluarga NTT agar sekolahnya tinggi, hidup sejahtera dan hidup sehat. Karena tiga hal ini tercapai, maka bonus demografi bisa tercapai.
Ia berharap kalau ekonomi belum memadai, maka janga terlalu banyak anak. Ia mengingatkan bahwa, BKKBN tidak melarang kelahiran tetapi mengedukasi masyarakat untuk  merencanakan kelahiran sehingga tidak terjadi kematian ibu dan anak juga stunting. Karena di NTT kedua hal ini masih tinggi.

Baca Juga :   Desa Railor Segera Miliki Kolam Pemancingan Sebagai Tempat Rekreasi

Pada kesempatan itu, Marianus memaparkan bahwa pendapatan perkapita provinsi NTT hanya Rp. 378.160. Maka dimasa Covid ini orang NTT mendapat tantangan baru. Dia berharap agar semua keluarga jangan dulu hamil, dan menunda kehamilan dengan mengunakan alat kotrasepsi. Karena hamil pada masa COVID, kondisi ibu hamil lemah dan mudah terserang virus. Maka tagline BKKBN pada masa COVID-19 ini “Semua harus negatif corona, seluruh ibu negatif hamil. Nikah boleh, kawin boleh tetapi hamil ditunda”.

Karena itu, semua harus menjaga semua, dengan menggunakan alat kontrasepsi dan pihak BKKBN disetiap kabupaten kota telah menyiapkannya.

Dalam masa COVID-19 ini, pihaknya memiliki satu program yaitu gerakan 10.000 akseptor sebulan, sedangkan di BKKBN ada gerakan sejuta akseptor sebulan, dan hari ini dilakukan secara serentak.

“Hal ini untuk membuktikan bahwa walaupun dalam masa COVID-19, BKKBN selalu hadir dalam setiap hal dan BKKBN juga menyatukan dua program yakni pecegahan COVID-19 dan pencegahan kehamilan,” papar Marianus.

Marianus juga berpesan kepada seluruh orang muda NTT untuk jauhi pacaran, jauhi pernikahan dini, jauhi nafsa, jauhi seks pranikah sehingga tidak tertular HIV/AIDS.

Sementara itu, Wakil Ketua TP PKK Kota Kupang, Elisabth Rengka mengemukan bahwa pemerintah kota Kupang menyambut baik hari keluarga Nasional (Harganas) ke-27.

Oleh karena itu, keluarga yang baik harus melalui perencanaan yang baik pula, sehingga kehidupan keluarga di Kota Kupang benar-benar sejaterah dan makmur. (sani asa)

Baca Juga :   Warga Desa Asumanu, Belu, Dapat Pengobatan Gratis dan Pasar Murah dari Satgas Yonif Riset 712/Wt
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top