TIMOR

Bupati Belu Apresiasi Poktan Samurai yang Fokus Kembangkan Tanaman Hortikultura

Bupati Belu memetik tomat hasil kerja Poktan Samurai.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kelompok Tani Samurai Haekrit, Desa Manleten Kecamatan Tasifeto Timur terus menunjukan keberhasilan dalam mengembangkan tomat.
Terbukti, sudah tiga kali Poktan Samurai memanen tomat hasil pengembangannya.

Selasa (16/5/2020), Bupati Belu, Willybrodus Lay menyempatkan diri mengunjungi poktan tersebut yang tengah memanen tomat. Hadir juga Ketua DPRD Belu, Jeremias Manek Junior, Ketua Fraksi Demokrat, Fransiskus Xaver Saka, Camat Tasifeto Timur, Vinsensius Moruk, Kades Manleten, Kristian J. Rony Seran dan sejumlah kepala desa di kecamatan tersebut.

Bupati Belu, Willybrodus Lay dalam sesi diskusi dengan anggota Poktan Samurai menyampaikan apresiasi dan proficiat atas usaha dan kerja keras Kelompok Samurai disaat pandemi corona yang melanda seluruh Indonesia dan mengganggu sendi ekonomi produktif.

Bupati Lay mengemukakan, kiat bertani seperti ini wajib dicontohi, karena Poktan Samurai mampu terus berproduksi dengan memanfaatkan Sumber Daya Alam dan keterampilan yang tersedia ditengah pandemi.

Pemda Belu menurut Lay akan memberikan perhatian penuh untuk pengembangan ekonomi produktif ini. “Kita akan beri perhatian kepada poktan ini kedepan,” imbuhnya.

Pada kesempatan itu, dia meminta PPL untuk terus mendampingi poktan tersebut, agar produksi sayur-sayuran terus meningkat.

Dia juga meminta Poktan Samurai untuk tetap bekerja dan fokus pada pengembangan hortikultura, demi meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing.

Sementara itu, Daniel Saka, Ketua Kelompok Petani Holticultura Samurai desa Manleten kepada media mengatakan, poktan yang dipimpinnya telah memanen tomat sebanyak tiga kali.
”Poktan Samurai dibentuk tahun 2019 dengan jumlah anggota kelompok 10 orang. Selama ini bergerak di tanaman hortikultura yaitu, sayur putih, brokoli dan tomat,” paparnya.

Baca Juga :   Kekeringan, Dinas PUPR Belu Kerahkan Delapan Mobil Tangki untuk Layani Air Bersih

Selama ini lanjutnya pihaknya mengolah lahan sekira satu hektare. Khusus untuk tomat, sudah dipanen sudah dua kali, dengan hari ini panen yang ketiga.

“Untuk modal awal kami gandeng dengan pedagang. Mulai pengolahan lahan, pembibitan, pemeliharaan sampai dengan panen biaya produksi yang dikeluarkan sebesar Rp 24 juta,” terangnya.

Hasil panen pertama bebernya, pihaknya mendapat keuntungan sebesar Rp 4 juta, panen kedua Rp 13,5 juta. Panen ketiga belum tahu berapa hasil jualnya. Tapi pihaknya yakin sudah bisa kembali modal.

Masih menurutnya, selama mengembangkan tanaman hortikultura, poktan ini mendapatkan pendampingan oleh pemerintah maupun pihak Perusahaan benih sayur.

”Selama ini ada pendampingan PPL Dinas Pertanian Belu dan pihak swasta dari Panah Merah (perusahaan benih sayur). Untuk harga kadang turun naik tetapi kami sudah punya pasar atau pembeli tetap. Karena pandemi korona sudah mulai kurang pasar tomat sudah lebih baik,” timpalnya Daniel.

Pada kesempatan itu, dia mengucapkan terima kasih kepada Bupati Belu dan wakil rakyat yang telah mengunjungi pihaknya. Tentunya ini akan motivasi kelompoknya untuk terus bekerja dengan semangat. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top