TIMOR

Dua Kader Desa Model dari Malaka Diminta Bagikan Ilmu kepada Masyarakat

BETUN, Kilastimor.com-Jajaran Pemerintah Kabupaten Malaka menerima dua kader Pendamping Desa Model masing- masing Krisantus Nahak dan Gaudensiana Bria di Kediaman Bupati Malaka, Haitimuk – Kabupaten Malaka, Provinsi NTT, Senin (22/6/2020).
Pada seremoni penerimaan itu, kedua kader pendamping desa model itu menerima bantuan hibah dari TP PKK Kabupaten Malaka.

Kedua kader pendamping Desa Model itu diterima kembali pemerintah setelah mengikuti serangkaian kegiatan di Kupang Provinsi NTT dan Kediri, Provinsi Jawa Timur belum lama ini.

Bupati Malaka, Stefanus Bria Seran melalui Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Malaka, Silvester Leto dalam seremoni penerimaan itu menyampaikan terima kasih kepada Gubernur NTT dan Ketua TP PKK Provinsi NTT, Ny Julie Laiskodat yang sudah memberikan kesempatan kepada kedua kader pendamping desa Model asal Malaka untuk menimba pengetahuan dan keterampilan di Kota Kupang dan Kediri, Jawa Timur.
”Kita berharap melalui kegiatan yang difasilitasi Provinsi NTT itu dapat menambah pengetahuan dan keterampilan dalam melakukan pendampingan Desa Model di Umatoos, Malaka Barat,” ungkapnya.

Dikatakan, pemerintah menyerahkan barang hibah untuk mendukung pelaksanaan kegiatan di Desa Model Umatoos dengan harapan dapat dioptimalkan pemanfaatannya untuk memajukan desa model.

Ketua TP Kabupaten Malaka, Ny Beatrix Bria Seran melalui Waket TP PKK Kabupaten Malaka, Maria Theresia Un Manek, SIP menyampaikan terima kasih kepada Pemprov NTT yang memiliki perhatian besar untuk membangun SDM para kader Pendamping Desa Model asal Kabupaten Malaka.
”Kita berharap ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama pelatihan di Kupang dan Kediri dapat diimplementasikan untuk memajukan desa Model di Umatoos,” pintanya.

Baca Juga :   Pikul Tanggungjawab Berat, Bria Seran Yakin Wujudkan Janji Kampanye

Kepada kedua kader pendamping desa model agar membuat rencana kerja, selanjutnya untuk dilaporkan secara berjenjang ke TP PKK Desa, Kecamatan, Kabupaten dan Provinsi sebagai bahan penilaian bagi kedua kader pendamping desa model di Malaka.

Krisantus Nahak dan Gaudensia Bria dalam laporannya menyampaikan bahwa selama tiga minggu mereka mengikuti kegiatan dan pelatihan pada OPD di Provinsi NTT.
”Selama bulan Maret dan April kami mengikuti kursus bahasa Inggris di Pare, Kediri, Jawa Timur. Namun karena Pandemi COVID-19, kami kembali ke Kupang untuk melanjutkan kursus secara virtual,” ungkap keduanya.

Selesai kursus bahasa Inggris, pihaknya melanjutkan pelatihan di Kupang dan salah satu keterampilan yang dipelajari yakni menanam sayuran dengan sistim hidroponik dan budidaya ikan lele.

”Untuk para kader pendamping desa model wanita dibekali juga dengan keterampilan merajut dan membuat kerajinan berupa anting dan jepit, dengan harapan bisa ditularkan kepada kelompok yang sudah dibentuk di desa model masing-masing,” timpalnya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top