TIMOR

Kades Loofoun Malaka Dukung Rencana Penutupan Pintu Air di Haslaran

Kornelis Seran

BETUN, Kilastimor.com-Warga Desa Loofoun, Kecamatan Malaka Barat, Kabupaten Malaka, Provinsi NTT mendukung rencana penutupan pintu air di titik Haslaran, Desa Lakulo, Kecamatan Weliman per 1 Juli mendatang.
Penutupan pintu air itu sangat membantu rakyat untuk melakukan penanaman palawija pada MT3 tahun ini mulai bulan Juli hingga September mendatang.
Kepala Desa Loofoun, Malaka Barat, Kornelis Seran mengatakan hal itu kepada wartawan di Rabasa, Selasa (22/6/2020).

Dikatakan, dalam beberapa tahun terakhir pasokan air irigasi dari DI Malaka sayap kanan ke desa Loofoun di Malaka Barat mengalami hambatan lantaran menurunnya debit air di Sungai Benenain sehingga petani tidak bisa menanam padi pada MT3.

”Jadi untuk MT3 kita arahkan rakyat supaya tanam Palawija di lahan persawahan seluas 40 ha dengan catatan pintu air di titik Haslaran di desa Lakulo, Kecamatan Weliman ditutup supaya air tidak merendam tanaman jagung atau hortikultura milik masyarakat,” paparnya.

Penutupan pintu air di Haslaran itu ujarnya, merupakan solusi baru untuk musim tanam MT3 pada lahan persawahan yang ada.

”Pada Mt1 dari Desember hingga Maret sebagian besar rakyat di desa Loofoun tidak tanam padi, karena tidak kebagian pasokan air irigasi dari hulu karena airnya dimanfaatkan petani di Laleten dan Lakulo. MT2 Maret-Juni sebagian besar rakyat juga ragu menanam karena walau ada pasokan air lantaran petani di hulu sudah panen, tetapi dikawatirkan mereka yang dihulu menutup lagi untuk tanam MT2 sehingga dikawatirkan rakyat di hilir paceklik air.
Harapan kami satu-satunya yakni pada MT3 Juli–September ini dengan tanaman jagung dan Palawija memanfaatkan lahan persawahan yang ada,” sebutnya.

Baca Juga :   Tahun Ini Masyarakat Raiulun, Malaka Timur Nikmati Jalan Mulus

Kades Kornelis mengusulkan ada dua cara untuk mengatasi kelangkaan air irigasi untuk memenuhi kebutuhan air di sawah khususnya di desa Loofoun, Malaka Barat.

Pertama, pasokan air bisa diambil dari Empang (Tahak) Numea yang bersumber dari Wematan Haitimuk
menuju desa Loofoun dan desa Rabasa.
Empangnya perlu diperbaiki dan saluran airnya perlu ditata sehingga bisa lancar memasok air ke lahan sawah masyarakat.

Kedua, disekitar jembatan Lafaekmaten perlu dibuat empang untuk menahan air dari sumber mata air Weliman melalui saluran irigasi yang sudah dikerjakan pemerintah ditunjang dengan pintu air dan saluran air untuk melayani rakyat beberapa desa di Malaka Barat diantaranya desa Loofoun, Rabasa Haerain, Rabasa, Raimataus hingga desa Rabasahain. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top