TIMOR

Pemdes Asumanu Gelar Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat

Penyuguhan lalok dato.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Pemerintah Desa Asumanu, Kecamatan Raihat memberi perhatian serius akan lembaga adat di desa tersebut.
Salah satu langkah yang diambil yakni melakukan peningkatan kapasitas dan pemberdayaan Lembaga Adat Desa Asumanu, Sabtu, (27/6/2020) kemarin.
Kegiatan itu berlangsung di Rumah Suku Uma Metan Asumanu yang dipimpin Nai Adat Asumanu, Bonafasius Dacosta Pires.

Kepala Desa Asumanu Gervasius Bau dalam sambutannya menyampaikan, tujuan pelaksanaan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran para ketua suku se-Desa Asumanu berkaitan dengan menjaga, melestarikan nilai luhur budaya yang diwariskan leluhur sampai dengan saat ini.

Selain itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas para ketua suku berkaitan dengan cara dan langkah mewariskan nilai sejarah dan Budaya ini kepada generasi yang akan datang.

Pemerintah Desa Asumanu katanya, menganggarkan sejumlah dana yang bersumber dari APBDes untuk melaksanakan Kegiatan dimaksud.

Untuk diketahui, jumlah suku di Desa Asumanu sebanyak 53 Suku dan secara strata, Uma Metan menjadi Nai (Raja) dalam wilayah Asumanu.
Kegiatan ini ini dihadiri oleh semua ketua suku dalam Wilayah Desa Asumanu dan Masyarakat lainnya sekira 150 orang.

Gervas sapaan akrab Kepala Desa Asumanu melanjutkan, pihaknya dalam kegiatan ini memberikan peran secara adat Kepada pihak Uma Metan sebagai pemberi dan penunjuk Kneter Ktaek dalam wilayah desa.
“Oleh karena sebagai wujud penghargaan kami melaksanakan kegiatan di depan rumah Suku Uma Metan Asumanu. Kami melihat Uma Metan sebagai Koak Oan Dou oan. Selama ini cenderung tidak dilibatkan dalam kegiatan adat dan pemerintahan,” paparnya.

Baca Juga :   Organisasi Wanita Malaka Hijaukan Gua Maria Lourdes Tubaki, Betun

Disebutkan, hendaknya tiga batu tungku dalam kehidupan bermasyarakat pemerintah, gereja dan adat, harus diberikan peran dalam mengawal dan mengontrol kegiatan pembangunan di Desa, sehingga pelaksanaan pemerintahan dapat berjalan baik berkat dukungan dari Uma Metan dan Gereja.

“Kami laksanakan kegiatan ini di depan Rumah Suku Uma Metan dan alam terbuka agar nuansa kekeluargaan dan persaudaraan diantara 53 Ketua suku yang tergabung dalam Lembaga Adat di Desa Asumanu ini dapat terjalin secara baik. Juga sebagai bentuk transparansi kami,” bebernya.

Kades Asumanu beri sambutan.

Pada kesempatan itu, dia berharap agar beberapa hal ini dapat dilaksanakan antara lain : 1. Lembaga Adat Desa Asumanu bisa diaktifkan kembali dan berjalan secara Baik. 2. Pemerintah Desa akan Membuat Surat Keputusan (SK) dan melakukan Pengukuhan Lembaga Adat Desa Asumanu sehingga memiliki Kekuatan Hukum, 3. Lembaga Adat bersama Pemerintah Desa dan BPD telah menghasilkan 1 Peraturan Desa (Perdes) berkaitan dengan Pekerja Migran Indonesia (PMI).
Perdes ini telah dikonsultasikan dengan Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Belu dan Kepala Bagian Hukum Setda Belu, sehingga Pemerintah Desa bersama Mitra BPD dapat melakukan Sosialisasi di 7 (tujuh) dusun dalam wilayah Desa Asumanu.
Perdes ini juga dihasilkan berkat kerja Pemerintah Desa Asumanu bersama International Organization Migration (IOM) di Jakarta.

Sementara itu, Camat Raihat, Alther H. Rinmalae, SP. mengatakan kegiatan pemberdayaan dan peningkatan kapasitas lembaga adat ini, harus bermuara pada pengukuhan (Legalitas Formal) pembuatan SK oleh Kepala Desa dan mendapat Pengakuan secara adat (de facto) oleh masyarakat Desa Asumanu.

Baca Juga :   Kontraktor Jamin Proyek Puskesmas Betun Selesai Tepat Waktu

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dan Pemerintah Desa sebagai pembina lembaga adat harus terus memperhatikan segala aspek kebutuhannya agar lembaga adat ini bisa berjalan sesuai harapan.
(engel talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top