TIMOR

Uskup Atambua Izinkan Misa di Gereja Mulai Sabtu Mendatang

ATAMBUA, Kilastimor.com-Terhitung Senin (15/6/2020) masyarakat Indonesia resmi memasuki masa new normal atau tatanan hidup baru. Tidak ketinggalan Keuskupan Atambua juga menerapkan tatanan hidup baru itu.

Sebagai tindak lanjut atas pemberlakuan new normal, Uskup Atambua, Mgr. Dominikus Saku Pr mengeluarkan pengumuman Nomor 108/2020 tentang pastoral dalam situasi normalitas baru.

Pengumuman tertanggal 15 Juni 2020 yang ditandatangani Uskup Atambua itu menyebutkan, bertolak dari himbauan pemerintah melalui Surat Edaran Menteri Agama RI No. SE 15 tahun 2020 tentang panduan penyelenggaraan kegiatan keagamaan di rumah ibadah dalam mewujudkan masyarakat produktif dan aman COVID-19 di masa pandemi dan Surat
Edaran Gubernur NTT No. BU.440/1/DINKES/2020 tentang Penegasan Persiapan new
nomal serta pengumuman di misa online Minggu (14/6/2020) di Gereja
Katedral Atambua, maka dengan ini disampaikan sejumlah hal.

Pertama, pelayanan misa di paroki-paroki dan komunitas-komunitas di seluruh wilayah Keuskupan Atambua dimulai Sabtu (20/6/2020.
Kedua, panduan pastoral dalam mengikuti misa pada masa new normal ini sebagai berikut:
a. Tetap memperhatikan pembatasan kehadiran. Misa bisa dilakukan per-lingkungan, stasi atau KUB
atau model pembagian lain sesuai kondisi umat di paroki.
b. Tetap memberlakukan protocol COVID-19, dimana umat memakai masker, mencuci tangan
sebelum memasuki gereja, jaga jarak penggunaan tempat duduk
dan pemeriksaan suhu tubuh sebelum masuk gereja.

C. Perayaan ekaristi dan ibadat lainnya dirayakan dalam waktu yang singkat tanpa mengurangi kekhusukan dan kemeriahannya (misa tanpa koor, homili/kotbah singkat, tidak berjabat tangan dan pengumuman hanya untuk hal-nal sangat mendesak saja.
d. Petugas liturgi dibatasi agar tidak terjadi kerumunan.
e. Imam menyiapkan sendiri caliks, patena dan kain-kain piala lainnya.
Komuni dijalankan dengan tetap jaga jarak. Umat mengambil tubuh Tuhan dari sibori
yang disiapkan di atas altar atau meja kecil yang disiapkan khusus. Atau kalau pastor yang membagikan Tubuh Tuhan, harus menggunakan masker dan sarung
tangan, serta Tubuh Tuhan hanya diterima dengan tangan.
g. Bayi, anak-anak dan lansia belum diperkenan kan mengikuti misa, hingga ada pengumuman resmi dari pemerintah. (ferdy talok)

Baca Juga :   Jasad Warga yang Ditemukan Tewas Tepi Sungai Nunura Dikenali Keluarga
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top