TIMOR

Germas Unimor Minta Kampus Turunkan UKT dan Bagikan BLT

KEFAMENANU, Kilastimor.com-
Gerakan Mahasiswa Universitas Timor (Gemas Unimor), Kefamenanu Kabupaten Timor Tengah Utara disponsori oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dan Badan Legislatif Mahasiswa (BLM) Universitas Timor menggelar aksi demonstrasi mulai dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) hingga Rektorat Universitas Timor. Para mahasiswa yang menggunakan almamater sambil membawakan beberapa spanduk dengan sejumlah tuntutan.
Aksi tersebut menyikapi segala bentuk persoalan ketidakadilan yang terjadi di lingkup Universitas Timor.

Koordinator Lapangan (Korlap), Aprianus Amfotis dalam orasinya mengatakan, esensi dari pendidikan merupakan memanusiakan manusia. Kini pendidikan ikut terancam oleh merebaknya Pandemi COVID-19 dan turut mengancam ekonomi masyarakat kecil. Atas kondisi itu, BLT dari pihak kampus yang telah dijanjikan sejak April 2020 harus dipenuhi.

“Kami hadir disini untuk menuntut keringanan UKT 50 persen tanpa syarat bagi mahasiswa Unimor. Bukan saja itu, kami juga menuntut janji BLT dari kampus,” ujarnya dalam orasi, Selasa (14/7/20).

Secara terpisah Ketua BEM Unimor Yasintus Bria kepada media mengatakan, pihak mahasiswa menuntut lembaga Universitas Timor untuk berpikir humanis ditengah pandemi yang mengancam stabilitas pendidikan, ekonomi masyarakat. Oleh karena itu, pihaknya meminta UKT sebesar 50 persen tanpa syarat.

“Sudah ada regulasi yang mengatur soal itu, dalam menjawab terdampaknya pendapatan ekonomi masyarakat. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menerbitkan satu regulasi yang mengatur soal satuan standar biaya operasional pendidikan (SSBOPT) sesuai Permendikbud No. 25 tahun 2020,” paparnya.

Baca Juga :   Pemkot Kupang Siapkan Program UKS di Setiap Sekolah

Aksi yang di gelar oleh Gerakan Mahasiswa (GEMAS) Unimor mulai pukul 08:00 Wita tersebut berakhir dengan audiens bersama Plt. Rektor Unimor, Krisantus Tri Tambudi Raharjo, SP. MP.

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Rektor Unimor, Krisantus Tri Tambudi Raharjo menjelaskan, pihak Unimor akan memenuhi permintaan penurunan UKT sebesar 50 persen dan BLT untuk mahasiswa. Tetapi, tak punya wewenang menentukan kebijakan tersebut. Kebijakan itu ada pada rektor definitif.

“Kita tunggu selesai pelantikan rektor baru karena yang berhak menentukan kebijakan itu rektor definitif yang sudah terpilih beberapa waktu lalu,” jelasnya.
(isto santos)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top