TIMOR

Laka Lena Bantu Ventilator untuk RSUPP Betun

BETUN, Kilastimor.com-Ketua DPD II Partai Golkar Kabupaten Malaka, Adrianus Bria Seran, SH, Jumat (10/7/2020) kemarin, menyerahkan bantuan dari Ketua DPD I Partai Golkar Provinsi NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena dan bantuan Kementerian Kesehatan  (Kemenkes)
berupa ventilator untuk RSUPP Betun. Selain itu, diserahkan pula dan alat pelindung diri APD, untuk 20 Puskesmas yang ada di kabupaten Malaka.

Bantuan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI ini diserahkan Adrianus Bria Seran, yang juga Ketua DPRD Malaka dan diterima oleh Direktris RSUPP Betun, dr.Oktalin Kaswadie dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malaka, drg.Paskalia Frida Fahik,  disaksikan Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH.

Adrianus Bria Seran pada kesempatan itu mengatakan bantuan berupa ventilator dan APD yang diberikan oleh Melki Laka Lena dan Kemenkes kepada RSUPP kepada 20 Puskesmas di Kabupaten Malaka, merupakan bentuk kepedulian wakil rakyat itu kepada masyarakat Malaka.

Mengenai kegunaan ventilator, bupati dan manejemen RSUPP Betun yang tahu.

Sementara, Bupati Malaka dr. Stefanus Bria Seran, MPH mengatan pihaknya mengucapkan terima kasih kepada anggota DPR RI, Melki Laka Lena dan Kemenkes yang telah memberikan bantuan Ventilator dan APD kepada Pemkab Malaka.

Menurut Bupati yang sering disapa SBS ini, yang harus menerima bantuan ini adalah manjemen RSPP dan Kadis Kesehatan. Bupati hanya menyaksikan.

“Ditengah pandemi COVID-19, ketersediaan alat kesehatan menjadi hal yang sangat penting diantaranya ventilator.
Salah satu alat kesehatan yang amat dibutuhkan bagi pasien COVID-19 guna menangani masalah pernapasan adalah ventilator.
Alat ini harganya lumayan mahal dan harga yang paling murah 500 juta satu unit.

Baca Juga :   120 Hektar Lahan Pertanian di Naimana, Malaka Tengah,Terendam Banjir

“Kita berharap pasien yang ada di RSUPP tidak sampai menggunakan alat ini dalam arti Kabupaten Malaka tetap zona hijau dan tidak ada yang terkena virus COVID-19.
Kita tidak mengharapkan masyarakat Malaka terkena penyakit ini. Tapi kita harus berjaga-jaga supaya ketika ada yang terpapar kita sudah bisa menanganinya,” tutup SBS. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top