TIMOR

Warga Belu Tewas Tertimpa Batu di Air Terjun Uluktil

ATAMBUA, Kilastimor.com-Warga Asueman, Desa Aitoun, Kecamatan Raihat, Kabupaten Belu, Inocenti Koy tewas di Air Terjun Uluktil, Minggu (5/7/2020).

Ino sapaan karib korban tewas setelah tertimpa batu yang jatuh dari tebing bagian kiri air terjun tersebut.

Kepala Desa Aitoun, Marianus Luan Bere yang dihubungi media ini membenarkan kejadian itu.

Disebutkan, peristiwa itu terjadi sekira pukul 12:00 Wita. Usai misa di Kapela, pihaknya melihat banyak orang yang mengunjungi Uluktil yang kian populer.
Namun sekira pukul 12:00 Wita, dirinya mendapat info kalau Ino yang merupakan Guru SMA Makir itu tertimpa batu di air terjun tersebut. “Batu besar dari tebing jatuh dan mengenai tengkuk korban. Seketika korban jatuh,” paparnya.

Melihat kejadian itu lanjut dia, pengunjung berhasil mengevakuasi korban dan dibawa ke RSUD Mrg. Gabriel Manek SVD Atambua. Akan tetapi nyawa korban tak terselamatkan.

Masih menurutnya, Uluktil merupakan air terjun yang sangat menarik. Akan tetapi pihaknya belum membuka secara resmi untuk publik. “Banyak yang sarankan dan kritik kita karena belum buka secara resmi destinasi itu,” paparnya.

Dikemukakan, pihaknya sebenar mau membuka destinasi itu untuk umum. Namun masih dalam pembahasan karena sangat rentan juga sangat berisiko. “Malam minggu kemarin kami membahasnya. Dan rencana mau ditutup sambil tunggu pembahasan lebih lanjut untuk dibuka. Tapi karena masih bebas, kami tidak bisa larang pengunjung,” sergahnya.

Baca Juga :   25 Tim Berlaga di Fosmab Cup XVI. Ketua Fosmab:  Selamat Bertanding

Diuraikan, untuk membuka destinasi itu, patut dilalui dengan upacara adat, pasalnya lokasi itu merupakan tempat pemali. “Air terjun itu tempat pemali. Dalam sebutan orang Bunaq yakni mugen golo. Sedangkan orang tetun yakni matebian fatin. Jadi kita harus pakai adat,” tuturnya.

Masih menurutnya, dengan kejadian ini, pihaknya akan menutup kawasan air terjun tersebut, karena sangat rawan. “Itukan ada tanah longsor. Jadi banyak batu lepas yang menggantung dan tentu sangat membahayakan,” ujarnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top