TIMOR

Barbershop Menjamur di Atambua, Kadis Nakertrans Meminta Peserta Pelatihan Buka Usaha Sendiri

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bisnis pangkas rambut atau barbershop pria sedang marak. Hal itu terlihat disetiap sudut kota dan begitu mudah untuk mendapatkan layanan barbershop di Kota Atambua, Kabupaten Belu, Provinsi NTT.

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Belu melalui Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Nakertrans) pun mempunyai program yang fokus untuk membimbing kewirausahaan dalam bidang jasa pangkas rambut.

Kepala Dinas Nakertrans Belu, Laurentius Kiik Nahak kepada Media ini mengatakan pemerintah melalui Dinas Nakertrans memberikan pelatihan pangkas rambut pada warga Belu, khususnya anak-anak muda yang kebetulan nganggur di Kelurahan yang ada di Kabupaten Belu.

“Barbershop yang ada di pinggir jalan hampir semua adalah peserta yang dilatih Dinas. Kebanyakan anak-anak muda dari Kelurahan yang kebetulan nganggur kita fasilitasi untuk memberi pelatihan,” kata Kadis Laurens ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon selulernya, Sabtu (22/08/2020).

Pelatihan untuk pangkas rambut jelas Kadis sudah dilakukan sebanyak empat kali. Dimana setiap kali pelatihan diikuti 16 orang peserta yang diutus dari Kelurahan.

“Untuk pangkas rambut pelatihan sudah keempat kali, setiap angkatan atau kelas 16 orang peserta. Setelah pelatihan, mereka harus magang dulu, lalu pemerintah akan mencoba membantu, kalau memang bisa bantu peralatan tahun depan, kita akan bantu,” terang Kadis.

Lebih lanjut diuraikan, pelatihan terhadap keahlian ini tidak saja untuk pangkas rambut, tetapi juga pelatihan keahlian di bidang lain yang sudah dikakukan kerja sama Dinas Nakertrans Kabupaten Belu dan BLK Nasional.

Baca Juga :   Naik Tipe, Kodim 1604/Kupang Dikomandoi Kolonel

“Selain barbershop, juga ada pelatihan yang sudah dilakukan seperti jahit, perbaiki AC, handphone, design, salon dan baja ringan. Itu kita sudah kerja sama dengan BLK Nasional sebanyak 5 BLK, Bandung (otomotif), Jakarta, Semarang, Tanggerang dan Bekasi,” terang Kadis.

Pelatihan kerja sama dengan BLK Nasional untuk memfasilitasi mulai dari pemberangkatan, pelatihan selama satu bulan sampai kembali atau pulang ke daerah.

“Harusnya tahun ini ada lagi pelatihan di Medan, untuk pemandu Pariwisata, karena untuk mendorong visi dan misi Pak Bupati Belu dimana Belu Kota Pariwisata. Tapi karena bertepatan dengan COVID-19 banyak anggaran yang di potong sehingga ditunda,” tandasnya.

Peserta pelatihan tambahnya diharapkan sedapat mungkin memaksimalkan bekal keterampilan yan ada, termasuk memiliki usaha sendiri sehingga mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran.

“Kita harapkan bisa memiliki usaha sendiri. Pemerintah berupaya bantu peralatan tahun depan. Intinya anak-anak jangan kerja ke luar negeri,” pungkasnya.

Deni Adonis selaku instruktur yang ditemui media ini disela-sela kegiatan pelatihan pangkas rambut angkatan keempat di Hotel Klaben Atambua, Sabtu (21/08/2020) siang mengatakan dirinya diminta Pemda Belu melalui Dinas Nakertrans untuk melatih produktifitas keahlian pangkas rambut anak-anak muda Belu.

Pelatihan yang diberikan jelas Deni sudah berlangsung sejak Senin (03/08/2020) lalu dan akan berakhir Rabu (26/08/2020).

Materi pelatihan tambah Deni terkait pengenalan dan cara menggunakan alat-alat barbershop sekaligus praktek langsung.

Baca Juga :   KPK "Kurung" Bupati Belu dan Jajaran OPD

Sementara itu secara terpisah, Janes Bouk (22) yang merupakan salah satu peserta (alumni) pelatihan barbershop mengaku senang dan sangat bersyukur karena bisa mengikuti pelatihan pangkas rambut secara gratis yang diselenggarakan oleh Pemda Belu melalui Dinas Nakertrans.

Janes menuturkan ia mengikuti pelatihan utusan dari Kelurahan Atambua angkatan ketiga yang diselenggarakan pada akhir tahun 2019 lalu.
Janes senang karena bisa mengikuti pelatihan secara gratis, dapat uang saku, sertifikat dan peralatan.

Pemuda yang kini bekerja di Fornia Barbershop yang terletak dekat perempatan lampu merah central itu menambahkan dengan adanya sertifikat pelatihan pangkas rambut dirinya bisa melamar dan diterima untuk bekerja karena sudah memiliki bukti keahlian pangkas rambut juga sedikit penghasilan atau pendapatan untuk membantu kebutuhan keluarga.

Ia berharap suatu saat bisa memiliki barbershop sendiri sehingga bisa mengelola sendiri. (*/ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top