TIMOR

Kota Kupang Zona Merah COVID-19, Warga Belu Diminta Waspada

Marsel Mau Meta

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kota Kupang yang kembali masuk zona merah COVID-19. Munculnya kembali kasus terbaru itu, perlu menjadi perhatian serius masyarakat Belu dan sekitarnya.

Penjabat Sekda Belu, Marsel Mau Meta yang dikonfirmasi, Senin (24/8/2020) terkait kesiagaan Pemda Belu pasca adanya penderita COVID-19 di Kota Kupang mengatakan, Pemda Belu di era new normal, terus mengajak dan mensosialisasikan protokol kesehatan.
Pasalnya, jika protokol kesehatan ditaati dan diikuti, maka COVID-19 sudah pasti dicegah. Sebaliknya bila tidak ditaati, maka akan menyebabkan masyarakat mudah terjangkit dan terserang COVID-19, terutama bagi masyarakat yang melakukan perjalanan beresiko wilayah zona merah.

Dikemukakan, dengan ditemukannya satu pasien positif COVID-19 di Kota Kupang, maka masyarakat Belu perlu waspada, dengan menerapkan protokol kesehatan. “Harus terus biasakan cuci tangan, menjaga jarak dan tidak melakukan kegiatan yang mengumpulkan banyak orang,” tuturnya.

Hingga kini paparnya, posko pemeriksaan COVID-19 disejumlah tetap berjalan. Dengan adanya kasus baru di Kota Kupang, tentunya wajib mengetatkan pemeriksaan para pelintas antar kabupaten/kota. “Petugas posko harus tetap siaga. Jangan lengah,” tegasnya.

Belu imbuhnya, sejauh ini tidak terdapat kasus positif COVID-19. Karena itu, diharapkan kesadaran kolektif, untuk mencegah menyebaran COVID-19.

Untuk diketahui, Sabtu pekan lalu, ditemukan ada warga Kota Kupang yang positif COVID-19. Hal ini membuat Kota Kupang kembali masuk zona merah. Dengan begitu, masyarakat di daratan Timor, khususnya Belu harus waspada dan kembali menerapkan protokol kesehatan seperti sediakala. (ferdy talok)

Baca Juga :   Dua Pemain PS Malaka Ikut Popwil di NTT
Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top