RAGAM

Panen Maek Bako Setengah Hektare, Yan Asa Bere Raup Rp 45 Juta

Ini hasil panen maek bako di kewar.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Program maek bako atau porang milik Bupati dan Wabup Belu yang disorot sejumlah pihak, kini mulai menunjukan hasil yang menakjubkan. Maek bako yang ditanam Yan Asa Bere bersama ayahnya Mateus Bere pada lahan setengah hektar ternyata menghasilkan puluhan juta rupiah.

Maek Bako yang di tanam dan dikembangkan di Desa Kewar, Kecamatan Lamaknen, Kabupaten Belu. telah dipanen pada Jumat (14/8/2020).

”Kemarin kami panen hanya setengah hektar, kami hasilkan 6 ton. Pembelinya langsung datang dilokasi kami dan kami jual mentah saja dengan harga Rp 7.500 per kilo, sehingga hasil penjualan sekitar Rp 45 juta,” urai Yan Asa yang merupakan Kabid di Dinas Pariwisata Kabupaten Belu sebagaimana dikutip dari goberita.id.

Dikatakan, maek bako yang ditanam pihaknya bibitnya sebagian didapat dari Pemda Belu dan sebagian dicari dari hutan sekitarnya.

”Ini panen perdana kami. Maek ini kami tanam tahun 2017 dengan luas lahan tanam 5 hektar, dan tahun 2018 dengan luas lahan 8 hektar. Bibitnya kami dapatkan dari Dinas Pertanian Kabupaten Belu dan swadaya atau kami cari sendiri di hutan, ” jelas Yan Asa.

Untuk pemberdayaan Masyarakat Petani sekitar, Yan Asa dan ayahnya Matheus memberikan upah seperti HOK kepada masyarakat sewaktu menanam dan panen kemarin.

”Para petani yang membantu kita bayar per harian, kalau kita prediksi masih sekitar 12 hektar ini kita panen semua maka bisa menghasilkan miliaran rupiah dalam 2 tahun saja, ” tutup Yan Asa.

Baca Juga :   Avaya Perbaharui Layanan Scopia Video Conferencing

Selain di Desa Kewar, banyak Desa lainnya yang telah tertarik menanam maek bako sejak tahun 2016-2020. Bahkan ada pemerintah desa telah mengalokasikan ADD untuk mendukung program tanam maek ini.
Seperti berita sebelumnya, Desa Dafala Kecamatan Tasifeto Timur, telah menganggarkan pembelian bibit anakan Maek sebesar 50 Juta selain berharap dari Dinas pertanian. Sementara Desa Fohoeka kecamatan Nanaet Dubesi, 80 persen Warganya telah menanam Maek di lahannya, bahkan pemerintah Desa setempat telah bertekad menjadikan Maek sebagai produk pertanian unggulan. (*/ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top