TIMOR

Tokoh Agama Apresiasi Hibah Kendaraan Oleh Pemda Malaka

BETUN, Kilastimor.com-Pemerintah Kabupaten Malaka menghibahkan 12 kendaraan roda empat kepada lembaga keagamaan di Kabupaten Malaka.

Adapun mobil penerima hibah daerah itu antara lain, Paroki Santo Antonius Padua Kleseleon, Salib Suci Weowe, Santo Yohanes Baptista Besikama, Santo Domonikus Wekmidar, Santo Yohanes Rasul Weberiamata, Santo Fransiskus Xaverius Bolan, Santa Sisilia Kota Foun, Kristus Raja Seon, Salib Suci Alas dan Paroki Santo Mikael Biudukfoho.
Selain itu, hibah mobil juga diberikan kepada Majelis Ulama Indonesa (MUI) Malaka, Gereja GMIT Emanuel Maktihan.

Pantauan media ini, hibah kendaraan berlangsung di aula Kantor bupati Malaka, Senin (3/8/2020).

Uskup Atambua, Mgr Dominikus Saku, Pr pada kesempatan itu bersyukur karena pemerintah Kabupaten Malaka pada tahun-tahun terakhir memperhatikan daerah ini secara luar biasa.

“Saya bisa bandingkan kabupaten Malaka dengan kabupaten lain. Saya mencatat Kabupaten Malaka mengalami kemajuanya yang luar biasa. Kita bersyukur Kabupaten Malaka sudah berdiri,” ungkapnya.

Pemda Malaka lanjut Uskup, secara serius membenahi pembagunanya di daerah ini. Terlebih 10 lembaga agama dari paroki-paroki yang telah mendapatkan bantuan mobil dari Pemda Malaka, guna pelayanan umat. “Sebagai uskup, saya merasa diringakan pelayanan di sepuluh paroki ini.
Saya bayangkan, pastor dari alas dan pastor yang jauh kalau mau ke dekenat tidak terlambat lagi, karena sudah ada kendaraan. Saya melihat bantuan mobil ini sungguh sangat bermanfaat. Terima kasih kepada Pemda Malaka dibawah kepemimpinan dr.Stefanus Bria Seran yang telah memberi perhatian,” tuturnya.

Baca Juga :   Hormati Pratu Anumerta Yanuarius Loe, Pemda Belu Instruksikan Pengibaran Bendera Setengah Tiang

Sementara itu, Pendeta (Pdt) Benyamin Manimau, selaku Ketua Klasis Gereja Masehi Injil di Timor (GMIT) Kabupaten Malaka Memyampaikan, ucapan terima kasih kepada pemerintah Kabupaten Malaka dibawah kepemimpinan Bupati, dr.Stefanus Bria Seran MPH.

“Kami sangat bangga karena dalam sepengetahuan saya di plProvinsi NTT, hanya Pemerintah Kabupaten Malaka yang sangat berperhatian kepada lembaga-lembaga keagamaan. Memang ini sungguh luar biasa,” ucap Pdt Beny.

Menurutnya, bantuan pemeritah Kabupaten Malaka bukan hanya hibah kendaraan saja, namun banyak yang sudah diberikan kepada GMIT yang tidak bisa disebutkan satu-persatu. “Terima kasih bapak bupati bersama jajaranya tuhan selulu memberkati dalam segala hal,” timpal Pdt.Beny.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Malaka, Ustad Zainal Mutaqim mengajak semua agar memanjatkan puji dan syukur kepada Tuhan yang Maha Esa, karena bisa menerima hibah dari Pemda Malaka.

“Atas nama MUI Kabupaten Malaka, saya menyampaikan terima kasih yang tidak terhingga kepada Pemda Malaka karena kami mendapat amanah ini,” sebutnya.

Wakil Ketua 1 DPRD Malaka, Devi Hermin Ndolo mengatakan pembahasan bantuan mobil ini ada pro dan kontra sehingga terjadilah voting. Hasil voting banyak yang setuju dari pada yang tidak setuju.

Pada intinya DPRD Malaka memberikan dukungan atas apa yang dilakukan pemerintah Daerah dan Pemerintah pusat yaitu revolusi mental,

“Kami minta pimpinan agama supaya mendoakan kami para politisi ini, karena kami orang politik, hari ini omong A besok sudah B, jadi DPRD ini tinggalnya juga di kampung kampung. Kalau tokoh agama tidak mendoakan pikiran kami jadi kacau terus,” ucap Devi.

Baca Juga :   Koramil dan PPA Malaka Bersihkan Saluran Irigasi

Devi menambahkan bantuan mobil ini agar dapat dipergunakan oleh lembaga agama yang ada di malaka dengan sebaik-sebaiknya. Provisiat Kepada lembaga yang sudah menerima bantuan, semoga mobil yang ada selalu diberkati Tuhan.

Terima kasih pula kepada bapak Bupati Malaka bersama jajaranya yang telah berpikir bagaimana cara menganggarkan demi kepentingan rakyat, karena pimpinan lembaga agama juga rakyat Kabupaten Malaka.

Bupati Malaka, dr.Stefanus Bria Seran MPH mengatakan pihaknya berterima kasih kepada Pimpinan dan anggota DPRD Malaka, Sekda Malaka pimpinan perangkat daerah serta semua pihak yang terkait dalam mensukseskan bantuan hibah mobil untuk lembaga agama yang ada di Kabupaten Malaka.

Dikemukakan, memang ada perbedaan pendapat itu wajar, itukan dinamika dalam Republik Indonesia ini. Kalau tidak ada pebedaan itu negara kerajaan bukan republik. Kerajaan saja masih ada perbedaan.

“Pernah saya sampaikan kepada Ketua dan Wakil k
Ketua DPRD Malaka, konsep pemikiran Bupati minimal 1 persen di peruntukan bagi pilar keagamaan, kenapa pilar keagamaan? Karena umat sudah tertib, tidak seperti pejabat yang terkadang salahgunakan kewenangan ,

“APBD kita sebesar Rp 850 miliar. Jadi kalau Konsepnya satu persen, hanya setengah miliar untuk Keagamaan.
Sebagai arsitek pengguna keuangan di Kabupaten Malaka memberikan bantuan kepada kegiatan keagamaan guna mendukung pemerintah pusat karena bapak Presiden mencanangkan revolusi mental,” imbuhnya.

Dikabupaten Malaka yang penduduknya 92 ribu lebih 90 persen beragama katolik 10 persen agama lain.
Oleh karana itu , ini adalah kekuatan di daerah yang berbatasan dengan Timor Leste.

Baca Juga :   Polsek Malaka Tengah Bubarkan Konvoi di Kota Betun Usai Pengumuman Hasil UNBK

APBD itu lanjutnya, bukan uang pemerintah, tapi itu uang Rakyat yang digunakan untuk kepentingan rakyat. Uang rakyat dikembalikan kerakyat. “Ini harus dipahami didalam penggunaanya harus mematuhi prosudur dan ketentuan yang berlaku, jadi pemerintah gunakan uang rakyat tidak asal-asalan, itu semua ada atuaranya melalui tahapan dan di bahas bersama Ketua dan anggota DPRD Malaka,” tuntasnya. (edy sumantri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top