RAGAM

Bupati Belu dan Wali Kota Kupang Teken MoU Tera dan Metrologi. “Masyarakat Terhindar dari Kerugian”

ATAMBUA, Kilastimor.com-Bupati Belu, Willybrodus Lay dan Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore teken MoU terkait tera, tera ulang dan metrologi legal.
Penandatanganan MoU itu yang berlangsung di Kantor Bupati Belu, Kamis (17/8/2020).

Pemkab Belu memilih Pemkot Kupang karena memiliki alat lengkap untuk tera dan tera ulang serta tenaga teknis berlisensi dan profesional.

Wali Kota Kupang, Jefri Riwu Kore dalam sambutannya mengatakan, pihaknya menjalin kerja sama dengan Pemkab Belu dalam bidang pengukuran tera, tera ulang serta pengawasan metrologi legal.

Tujuan dari MoU bersama Pemkab Belu mendukung kesejahteraan masyarakat dan pedagang di Belu.

“Kerja Sama bidang metrologi dalam hal tera, tera ulang agar masyarakat yang selama ini membeli beras, gula, berbagai jenis bahan makanan, BBM dan jenis barang lainnya dengan ukuran kurang dari takaran normal. Setelah adanya MoU ini maka akan meminimalisir permainan takaran/timbangan di kalangan pedagang dan menjamin masyarakat untuk mendapatkan barang dagangan dengan takaran yang sesuai dan masyarakat konsumen tidak lagi merasa rugi karena mendapatkan ukuran barang yang sesuai ketentuan,” jelasnya.

Pemkot Kupang dan Pemkab Belu juga bekerja sama untuk pengawasan metrologi agar menjamin pelaksanaan tera dan tera ulang di lapangan berjalan sesuai ketentuan.

Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay mengapresiasi MoU pengukuran tera dan tera ulang neraca atau timbangan dan metrologi legal, karena selama ini masyarakat pun kurang paham dengan pengukuran tera dan tera ulang.

Baca Juga :   20 Tahun Merdeka, Kini Timor Leste Sudah Punya 1.000 Dokter dan Kemajuan Demokrasi

“Kami mendapat banyak keluhan setiap kali masyarakat membeli bahan makanan yang menggunakan ukuran timbangan kiloan atau pun membeli BBM kurang dari takaran liter, sehingga melalui kerja sama ini mampu menjamin keamanan dan kenyamanan masyarakat konsumen agar tidak mengalami kerugian saat membeli barang kebutuhan konsumsi,” ungkap Bupati Lay.

Pihaknya berharap melalui MoU tersebut, masyarakat Belu juga mendapatkan edukasi terkait pengukuran tera dan tera ulang yang benar serta dapat mengantisipasi kecurangan oknum pedagang yang nakal dan semakin meningkatkan kesejahteraan masyarakat Belu.

Dia berharap agar ada alih teknologi, sehingga di Kabupaten Belu ada tenaga profesional dalam hal tera, twra ulang dan metrologi legal.

Hadir pada kesempatan itu, Ketua DPRD Belu, Yeremias Manek Seran, Jr, Asisten I Sekda Belu, Maria Goreti, Kepala BP4D, Florianus Nahak, Plt. Asisten I Sekda Kota Kupang, Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kupang Ernest Ludji Pau, serta sejumlah undangan lainnya.
(ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top