TIMOR

Djuang: Penerima Hibah Excavator Adalah Kelompok

ATAMBUA, Kilastimor.com-Anggota DPRD Belu, Theodorus Manehitu Djuang angkat bicara dalam RDP lintas komisi di DPRD Belu, terkait bantuan excavator kepada kelompok paroki Stella Maris Atapupu, Senin (14/9/2020).

Anggota Fraksi PDI Perjuangan yang karib disapa Feby DJuang itu menyebutkan, perlu ada pembatasan dalam pembahasan pengelolaan excavator hibah Kementerian Kelautan dan Perikanan.
Pasalnya, penerima bantuan itu hanya kelompok dan bukan seluruh umat paroki Stella Maris Atapupu. “Dengan pembatasan itu, agar masyarakat ataupun umat tidak salah kaprah dan tidak ada upaya generalisir persoalan yang diangkat,” paparnya.

Dia juga pada kesempatan itu mempertanyakan Bendahara Kelompok sekaligus Ketua I DPP Paroki, Jose Maia terkait proposal ditandatangani masyarakat atau umat dari Ainiba hingga ke Silawan.
Jika seluruh umat menandatangi tentunya sangat banyak. Hal ini juga perlu dilihat, agar tidak terjadi kesalahan pemahaman.

Sementara itu, anggota Fraksi Gerindra, Martin Naibuti mengatakan berdasarkan pernyataan dari kelompok bahwa ingin bertemu dengan bupati sebagai bapak, dia menyarankan bisa dimanfaatkan pada ruang berbeda. Pasalnya, saat ini bupati memiliki sejumlah agenda penting dan sibuk.

Dia menawarkan, agar Bupati Belu, Willybrodus Lay bisa mengklarifikasi di Gereja Atapupu. “Kalau ingin mendengar penjelasan bupati, bisa juga gunakan ruang berbeda. Kan semua mau ada penjelasan to,” paparnya.

Hal senada disampaikan anggota Fraksi Partai Demokrat, Kritoforus Rin Duka. Dia menyatakan mendukung ide dari Marthin Naibuti, dimana bisa menggunakan ruang berbeda. Hal ini untuk mengklirkan semua polemik yang ada.

Baca Juga :   Ini Alasan David Boymau Sesumbar Lawan Kotak Kosong di Pilkada TTS

Untuk diketahui, Senin (14/9/2020) Pastor Paroki Stella Maris Atapupu dan sejumlah umat hadir dalam RDP lintas komisi DPRD Belu.
Bendahara, Jose Maia meminta ada penjelasan daei Bupati Belu, terkait pengelolaan excavator hibah ke kelompok. Dengan begitu, semua jelas dan tidak ada praduga-praduga ditengah umat Paroki Stella Maris.

“Kami datang untuk mendengar penjelasan Bupati sebagai bapak kami orang Atapupu dan Belu. Hanya itu yang mau kami sampaikan. Tapi kalau bapak bupati sibuk, ya kami tidak bisa paksa,” tuturnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top