TIMOR

Kadis PUPR Belu Hentikan Perbaikan Jalan Tanpa Izin di Fatubenao

ATAMBUA, Kilastimor.com-Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka menghentikan sejumlah warga Fatubenao, Kecamatan Kota Atambua, yang melakukan perbaikan jalan tanpa izin. Pasalnya, pekerjaan jalan adalah tanggungjawab Pemerintah dan secara teknis di Kabupaten dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
Dalam aturan, masyarakat wajib berpartisipasi tetapi sesuai porsi yang diatur sesuai ketentuan yang berlaku. Pekerjaan jalan yang berstatus seperti jalan Negara, Propinsi maupun Kabupaten, PUPR dalam melaksanakan pekerjaan disesuaikan dengan standar, metodenya dan peralatan yang sesuai.

Hal ini karena jalan raya adalah fasilitas umum yang akan digunakan pengguna jalan dan tidak bisa dikerjakan sesuai keinginan pribadi.
Posisi Kepala Dinas PUPR adalah pembina Jasa Konstruksi juga bertanggungjawab dan tanggung gugat dikemudian hari apabila ada masalah berkaitan dengan jalan yang telah berstatus dan terdaftar.

Demikian disampaikan Kadis PUPR Kabupaten Belu, Vincent K. Laka kepada media ini (22/9/2020).

Eng Laka nama akrabnya mengatakan pihaknya (PUPR Belu) turun ke lokasi di ruas jalan Fatubenao B menuju Ainaren dan berusaha menghentikan pekerjaan swadaya yang dilakukan oleh warga karena tidak sesuai ketentuan pekerjaan jalan yang berstatus.

”Hari ini saya mendapatkan laporan dari masyarakat bahwa ada pekerjaan di lokasi yang tidak sesuai standar, sehingga sebagai penanggungjawab terkait infrastruktur di kabupaten belu saya turun ke lapangan dan melihat kondisi di lapangan sehingga saya meminta masyarakat untuk menghentikannya. Kita mengapresiasi tetapi untuk jalan kabupaten ini ada standar, ada prosedur ada pengawasan ketat sehingga ini tidak bisa dilakukan oleh warga, ” Jelas Eng Laka.

Baca Juga :   Ditetapkan Sebagai Laboratorium Inovasi, Kabupaten Kupang Gelar Pameran

Menurut Eng, dalam aturan keterlibatan masyarakat pada pembangunan jalan penting tetapi ada batasannya. Sebab katanya, pekerjaan jalan memiliki kajian, cara kerja dan
Peralatan yang memadai. Apabila ada masyarakat yang mau berpartisipasi maka wajib bekerjasama dengan Pemerintah dan dinas teknis.

” Kalau memang warga berkenan, warga bisa menghibahkan dana ke pemerintah atau berkoordinasi dengan pemerintah sehingga kita bisa melakukan perbaikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku, jadi pada hari ini kita meminta warga untuk stop dulu, tetapi sepertinya tidak diindahkan. Maka saya menyampaikan pada warga, lurah dan perangkat kelurahan yang ada di lokasi bahwa PUPR tidak bertanggungjawab dengan kondisi yang akan terjadi di kemudian hari,” kata Eng Tegas.

Lanjutnya lagi, tentunya semua tidak berharap ada sesuatu, saat jalan ini dilewati kendaraan dengan tonase besar. Jika ada masalah silahkan bertanggungjawab. “Jalan harus ada standar dan kaidah yang harus dilalui dan harus ada supervisi ketat karena kondisi jalan itu bukan lagi kita tambal tapi harus kita rehabilitasi total. Kita sudah menghentikan tetapi terus dilakukan jadi apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan bukan lagi tanggungjawab pemerintah tetapi tanggungjawab pribadi atau yang menginisiasi. Karena kita lihat ukuran batu pecah tidak sesuai dengan standar yang berlaku kita kuatirkan menimbulkan masalah kecelakaan lalulintas di kemudian hari,” imbuhnya.

Baca Juga :   FKUB Kota Kupang: Ceramah Ustad Abdul Somad Berpotensi Merusak Hubungan Antar Agama

Jika ada masyarakat yang membuka ruas jalan baru yang tidak berstatus, pastinya silahkan. Tetapi yang berstatus itu tanggungjawab negara.

Terkait pembangunan jalan Fatubenao-Ainaren timpalnya, sudah dianggarkan pada tahun ini, hanya saja anggaran itu direalokasi untuk pencegahan dan penanganan COVID-19.

Terpisah, sesuai video yang diterima media ini, terlihat Kadis PUPR Belu, Vincent K. Laka turun ke lapangan dan meminta warga untuk menghentikan upaya perbaikan jalan tanpa koordinasi. Namun warga menolak dan terlihat jelas ditolak oleh salah satu warga, Theo Bere Ati. Warga terlihat tetap bekerja walau telah ditegur.

Hingga berita ini diturunkan, Theo Bere Ati belum terkonfirmasi. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top