TIMOR

Perencanaan Bendungan Welikis Belu Masuk Tahap II, Warga Siap Relakan Lahan

Bupati Belu duduk bersama masyarakat, sambil mendengarkan penjelasan Pater Tarsi Atok SVD soal Bendungan Welikis.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Rencana Pembangunan Bendungan Welikis yang bersumber dari APBN sekira Rp 1 triliun kian mendekati kenyataan. Hal ini terlihat dengan dimulainya pengeboran tanah untuk menguji struktur tanah, daya serap air dan kekuatan tanah oleh konsultan perencana.

Pantauan media ini, sebelum dilakukan pengeboran awal ditiga titik pertama, diawali upacara adat oleh warga Dusun Tulatudik Hali Oan, Desa Derok Faturene, Kecamatan Tasifeto Barat, Kabupaten Belu.
Upacara adat tersebut bertujuan untuk memperlancar proses pengeboran perencanaan lanjutan.

Pater Tarsisius Atok SVD sebagai salah satu pemilik hak ulayat dalam paparanya dihadapan Bupati Belu, Willybrodus Lay, Ketua TP PKK Belu, Ny. Vivi Ng. Lay juga anggota DPRD Belu dan pimpinan OPD mengemukakan, perencanaan pembangunan Bendungan Welikis telah memasuki tahap kedua, yakni pengeboran tanah untuk pengukuran kekuatan tanah dan lainnya.

Disebutkan, masyarakat setempat pada dasarnya merelakan lahannya untuk dibangun bendungan besar di Kabupaten Belu. “Kita pemilik hak ulayat relakan tanah untuk proyek besar ini, apalagi untuk kepentingan masyarakat banyak di Kabupaten Belu,” sebutnya.

Namun dia meminta agar semua proses relokasi warga sebagai bagian yang ditangani Pemerintah Kabupaten Belu bisa berjalan dengan baik. “Warga dusun ini siap direkolasi dan semua lahan untuk relokasi sudah ada,” paparnya.

Hanya saja dia meminta dalam proses relokasi yang menelan sejumlah biaya, hendaknya disepakati oleh Pemda dan DPRD Belu dengan baik. “Jangan ada bahasa aneh-aneh. Kalau tidak, kita batalkan dengan tidak serahkan lahan untuk pembangunan Bendungan Welikis sekira Rp 1 triliun itu,” tegasnya.

Baca Juga :   Pastor Paroki Nela Akui Pakai Exca Milik Kelompok. "Pernyataan Yosef Hello Tidak Benar"

Sementara itu, Bupati Belu, Willybrodus Lay menceritakan bagaimana Bendungan Welikis bisa disetujui Presiden Jokowi.
Dikemukakan, Presiden Jokowi memiliki rencana membangun tujuh bendungan di NTT, untuk mengatasi kekurangan air.
Dan Belu telah mendapatkan satu jatah bendungan yakni Rotiklot.

Namun karena rencana pembangunan Bendungan Kolhua dibatalkan akibat masalah lahan, maka pada 2018 lalu, dirinya bertemu presiden di istana negara dan mengusulkan ada tambahan satu bendungan lagi di Belu.
Saat itu presiden setujui dan proposal diserahkan langsung kepada Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono.
Hasilnya, kini proses perencanaan telah memasuki tahap dua, dan jika tak ada halangan akan dibangun tahun 2021 mendatang.

Willy Lay sapaan karib Bupati Belu ini melanjutkan, dirinya mengusulkan adanya satu bendungan karena bendungan Rotiklot untuk melayani masyarakat Belu di pesisir pantai dan Bendungan Welikis untuk masyarakat Kecamatan di Kota, Tasifeto Timur dan Tasifeto Barat hingga dataran Kecamatan Raimanuk.

Mengapa wilayah ini dipilih, karena setelah dirinya melakukan survei, daerah ini paling pas untuk dibangun bendungan. Selain letaknya diatas sejumlah kecamatan yang ada, juga dampak sosialnya dibisa diselesaikan.

Bendungan Welikis urai dia, awalnya akan menampung 10,2 juta meter kubik air. Hanya saja dirinya ingin lebih dari itu yakni 30 juta meter kubik air. Hal ini sudah disampaikan kepada Menteri PUPR, agar ditambah kapasitas bendungan menjadi 30 juta meter kubik air. Permintaan ini telah diiyakan oleh menteri.

Baca Juga :   BKKBN NTT Peringati Hari Pancasila. Mau Kuru: Pancasila Berkat untuk Indonesia

Terkait dengan relokasi, pihaknya akan segera membentuk tim, untuk membicarakan hal itu, dan tentunya pemerintah tidak akan menyusahkan rakyat setempat. Tentunya, nanti akan diperhatikan nasib warga yang terdampak, baik rumah, fasilitas pendidikan dan gereja maupun lainnya.

Pada kesempatan itu, dia menyampaikan terima kasih kepada tokoh masyarakat, tokoh adat dan masyarakat setempat, yang telah menyetujui pembangunan bendungan tersebut.
Kehadiran Bendungan Welikis, akan mengatasi masalah air bersih yang terjadi selama ini di sejumlah kecamatan di Kabupaten Belu.

Sementara itu, Kepala Dinas PUPR Belu, Vincent K. Laka mengatakan, pihaknya berterimakasih kepada masyarakat Tulatudik Hali Oan, yang telah mendukung rencana besar ini. Pihaknya akan membahas lebih lanjut terkait dengan relokasi warga setempat, maupun sejumlah fasilitas yang diminta, termasuk jalan dari Nela hingga Lookeu.

“Jika tidak ada hambatan, tahun depan kita bangun jalannya dengan DAK. “Kita sudah usulkan semua, semoga bisa berjalan,” tandasnya.

Salah satu tokoh masyarakat setempat, Anggelinus Seran mengatakan, pihaknya siap merelakan lahan yang ada. Namun pemerintah perlu memperhatikan nasib warga yang ada. Pasalnya, jika bendungan ini dikerjakan, maka masyarakat akan kehilangan rumah dan lahan pertanian. (ferdy talok/advertorial kerja sama dengan dinas kominfo belu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top