TIMOR

RDP di DPRD Belu Deadlock. Begini Kronologinya

ATAMBUA, Kilastimor.com-Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara Bupati Belu, Willybrodus Lay dengan kelompok Paroki Stella Maris Atapupu sebagai penerima bantuan excavator berakhir deadlock.
Deadlocknya RDP yang digelar Senin (21/9/2020) lantaran saling serang antara anggota DPRD Belu yang akan berpendapat. Sejumlah anggota DPRD ngotot mempertahankan argumen masing-masing.
Forum terhormat tersebut menjadi tak terkendali dan sudah tidak beretika lagi dalam konteks penyampaian pendapat.

Pantauan media ini, RDP dimulai sekitar Pkl.11.00 Wita. Situasi di ruang paripurna DPRD Belu tersebut berawal dari klarifikasi Bupati terhadap aspirasi kelompok penerima exca dari desa Jenilu yang disampaikan, Frans Saik dan Jose Maia.

Awalnya berjalan normal. Bupati Belu menjelaskan kronologis sampai ecxa KKP tersebut ada di Kabupaten Belu.
Willy Lay sapaan karib Bupati Belu juga membawakan dokumen proposal yang berisikan usulan Exca bagi kelompok dan wilayah penggunaan Exca yang ternyata bukan saja untuk kelompok di Atapupu.
Bahkan Willy Lay menuturkan bagaimana exca tersebut di biayai dengan uang pribadi, operasional dan perawatannya.

Atas penjelasan Bupati tersebut, Benedictus Manek dari NasDem menyampaikan pendapatnya bahwa dari Juknis dan peraturan Menteri hal yang disampaikan Bupati tidaklah sesuai dari yang seharusnya.

Ketika saatnya Bupati diberikan kesempatan menyampaikan tanggapan, diinterupsi anggota Fraksi NasDem dan Golkar terus berdatangan. Bupati akhirnya tidak sempat menjawab dan hendak meninggalkan ruangan. Hal ini karena buapti kesulitan menyampaikan tanggapan dan merasa tidak dihargai.
Namun terus saja interupsi dilakukan sehingga situasi berubah jadi panas.

Baca Juga :   September Ceria , NSS Kupang Beri Potongan Tunai Sampai dengan Rp 3 Juta

Willy Lay kemudian memberikan tanggapan setelah redah. Merasa tidak puas dengan jawaban Bupati, DPRD lainnya Theodorus Manek berbicara menyampaikan pendapat yang sama dengan beberapa lainnya bahwa peruntukan Exca dan juknisnya.
Situasi semakin panas, terlihat bupati seperti diadili dalam forum RDP tersebut. Pembicaraan Forum hampir pasti tidak saling mendengar lagi.

Anggota DPRD dari Gerindra, Marthen Naibuti, menyarankan agar Bupati diberikan kesempatan menjelaskan kepada kelompok sehingga alur diskusi berjalan baik. Theo Manek, tidak mengindahkan. Dirinya langsung meminta kelompok penerima bantuan menjawab dua pertanyaannya yaitu apakah Kelompok memiliki tambak dan apakah kelompok menggunakan Exca. Kelompok penerima serentak menjawab tidak. Ketika akan ditanggapi oleh Bupati Lay, forum menjadi liar dan sidang yang dipimpin Ketua DPRD Beli, Yeremias Manek Seran Jr tak terkendali. Karena terkesan mendominasi bicara, Feby Djuang anggota Fraksi PDIP berbicara keras. Sama halnya dengan Manuel Do Carmo dari PPP.
Situasi sudah tidak terkendali lagi. Bupati dan kelompok penerima bantuan tidak lagi diberikan kesempatan berinteraksi padahal seharusnya klarifikasi hari ini antara Bupati dan Penerima bantuan exca tuntas.

Masih menurut pantauan media ini anggota DPRD saling adu mulut dan mengabaikan etika bicara selayaknya wakil rakyat yang terhormat.
Bahkan anggota masyarakat yang hadir ikutan meneriaki DPRD agar tidak menjadikan forum terhormat tersebut layaknya pasar.

Baca Juga :   36 Panwascam di Malaka Dilantik untuk Mengawal Pilgub. Ini Harapan Ketua Panwaslu Malaka

Karena kondisi itu, Bupati dan Ketua DPRD dan instansi terkait turun dari tempat duduknya di pimpinan sidang.

Willy Lay tidak langsung meninggalkan ruangan dirinya masih sempat berinteraksi dengan forum beberapa menit sebelumnya pergi meninggalkan ruang paripurna DPRD.

RDP yang seharusnya menghasilkan klarifikasi sejumlah kesimpulan. Akan tetapi hal itu tidak terjadi dan Ketua DPRD akhirnya menutup sidang dan menyatakan tidak ada lagi sidang klarifikasi lanjutan. Semua polemik ini diserahkan ke Pemda Belu. Hadir pada kesempatan itu, Pastor Paroki Stella Maris Atapupu, Romo Yoris Giri Pr, Pj. Sekda Belu, Marsel Mau Meta, pimpinan OPD dan kelompok masyarakat lainnya yang pernah menggunakan exca KKP tersebut. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top