HUKUM & KRIMINAL

Bagikan Beras dan Stiker, Oknum Tim Sehati Kecamatan Raimanuk Dilaporkan ke Bawaslu Belu

Inilah barang bukti beras, vitamin dan kopi yang diamankan.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Oknum Tim Sehati Kecamatan Raimanuk, diduga membagikan beras dan Stiker Sehati kepada masyarakat Renrua, Kecamatan Raimanuk, Kamis (29/10/2020).
Saat ini, dugaan pembagian beras disertai stiker Sehati tersebut, telah diadukan ke Bawaslu Belu, Sabtu (31/10/2020).

Sesuai informasi yang dihimpun, sejumlah warga mengadukan hal itu, karena diberikan bingkisan dalam kantong plastik yang berisi beras lima kilo, satu strip Vitamin C, Kopi ABC Mocca dan stiker Sehati. Penerima diminta untuk memilih paket Sehati nomor urut 2.
Setiap bingkisan berupa beras itu, ditaksasi nilainya sekira Rp 75 ribu.

Merasa tertekan, warga kemudian mengadukan hal itu, dan telah ditindaklanjuti dan dilaporkan ke Bawaslu Belu.
Barang bukti yang diterima telah diamankan untuk diserahkan kepada Bawaslu nanti.

Pelapor, Aroni Delima Morais yang dihubungi media ini membenarkan kalau pihaknya telah melaporkan dugaan pemberian barang yang terkategori money politics oleh Tim Sehati Kecamatan Raimanuk ke Bawaslu Belu.
“Kita sudah laporkan tadi, dan tanda terima laporan dari Bawaslu juga ada,” timpalnya.

Dia berharap, Bawaslu Belu segera memproses sesuai ketentuan atas dugaan tindak pidana pemilu yang dilakukan tim Paket Sehati. “Kami harap segera dipanggil saksi dan para pihak yang terlibat dugaan pembagian beras itu,” tuturnya.

Untuk oknum pembagi beras kata dia, sudah disampaikan ke Bawaslu, dan menjadi tugas Bawaslu Belu memeriksa lebih lanjut.

Baca Juga :   Ojek Online AntarQta Segera Beroperasi di Atambua. Ini Kuota Pendaftaran

Terpisah, Ketua Bawaslu Belu, Andreas Parera yang dikonfirmasi media ini membenarkan adanya laporan dugaan pembagian beras di Renrua, Kecamatan Raimanuk. “Benar, kita sudah terima laporan terkait dugaan pembagian beras oleh tim Sehati di Kecamatan Raimanuk,” ungkapnya.

Dikemukakan, atas laporan itu, pihaknya akan mengkaji selama dua hari. Dalam masa kajian itu, jika belum lengkap, maka dilengkapi oleh pelapor.
Untuk melengkapi semua laporan, diberikan juga waktu selama dua hari.

Jika sudah lengkap paparnya, maka akan diregistrasi dan dilanjutkan dengan pemeriksaan saksi maupun terlapor.

Hingga berita ini diturunkan, Ketua Tim Pemenang Sehati, Anton Tisera yang dihubungi melalui pesan WA belum memberikan komentarnya. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top