POLITIK

Ini Deretan Prestasi Sahabat yang Tidak Mungkin Disamai Pemimpin Lain di Belu

Willybrodus Lay ketika berkampanye di Kotafoun.

ATAMBUA, Kilastimor.com-Perang isu, trik dan intrik mulai gencar oleh kontestan Pilkada Belu 2020.
Lebih dari itu, isu hoax yang mendominasi, demi meraih dukungan. Isu hoax terus digulirkan terhadap Paket Willybrodus Lay-JT. Ose Luan dengan tagline Sahabat.

Walau demikian, paket Sahabat yang bernomor urut satu lebih banyak beriktiar dan tidak ingin masuk dalam perang hoax.

Willy Lay dalam kampanyenya di Kotafoun, Desa Tukuneno, Kecamatan Tasifeto Barat, Belu, Kamis (15/10/2020) mengatakan,
dalam kurun waktu 4,5 tahun, Willy Lay dan Ose Luan berhasil menorehkan lima karya besar yang tidak diraih pemimpin terdahulu dan belum tentu akan diraih oleh pemimpin Belu yang akan datang.

“Pemimpin bodoh ini berhasil mempersembahkan lima prestasi,” katanya.

Lima prestasi itu antara lain, pertama, membangun Patung Bunda Maria setinggi 41 meter dimana patung ini masuk 10 besar dan masuk urutan patung tertinggi di dunia.

Meski pada awalnya sempat terjadi polemik, namun Wily Lay dan Ose Luan melalui Dinas Pariwisata kabupaten Belu berhasil mendirikan Patung Bunda Maria yang kini berdiri megah di Teluk Gurita, desa Dualaus, kecamatan Kakuluk Mesak kabupaten Belu.

Taman Doa dan Patung Bunda Maria ini kini menjadi salah satu tempat favorit bagi masyarakat kabupaten Belu dan masyarakat dari sejumlah kabupaten di pulau Timor seperti Makala,TTU,TTS,Kabupaten Kupang dan Kota Kupang berbindong mengunjungi patung Bunda Maria di Teluk Gurita.

Baca Juga :   Lagi, Dua WN Timor Leste Diamankan Polres Malaka

Untuk diketahui, saat ini pengerjaan pembangunan patung tersebut masih dalam lanjutan proses pengembangan taman doa. Apabila sudah selesai, patung ini tidak hanya akan menjadi pusat siara,namun akan menjadi lokomotif ekonomi kreatif bagi masyarakat kabupaten Belu khususnya masyarakat di Kota Atambua, Atambua Barat dan kecamatan Kakuluk Mesak.

Kedua, dalam sejarah perjalanan kabupaten Belu yang sudah sering melakukan pergantian pemimpin, hanya di era kepemimpinan Wily Lay dan Ose Luan, Pemkab Belu berhasil meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dua tahun berturut-turut dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI tahun 2018 dan 2019.

Opini WTP yang diraih merupakan bukti dari program reformasi birokrasi dan tata kelola keuangan daerah yang digaungkan Willy Lay dan Ose Luan pada saat suksesi periode pertama 2015 lalu.

Dari dua kali memperoleh Opini WTP dari BPK, Pemkab Belu diberi dana insentif daerah sebesar Rp 43 miliar setiap tahun, kemudian dana ini dimanfaatkan untuk kegiatan pembangunan bidang pendidikan dan bidang kesehatan di kabupaten Belu.

Ketiga, likurai Belu go International di era Willy Lay. Jelas Wily Lay, selama periode pertama memimpin Belu, ia bersama Ose Luan berhasil mengangkat likurai dan Tenun ikat ke kancah nasional bahkan internasional.

“Akhir-akhir ini mereka bilang pemimpin Bodoh. Tapi justru Belu meraih opini WTP dan likurai dikenal dunia saat kami memimpin Belu. Pemimpin sebelumnya tidak pernah meraih apa yang kami raih,” ujar Wily Lay disambut yel-yel coblos nomor 1 oleh para pendukung yang hadir dalam kampanye Sahabat di Desa Tukuneno.

Baca Juga :   Herman Seran Apresiasi Fit and Proper Test yang Digelar PDI Perjuangan

Untuk Likurai Belu, lanjut Wily, pada periode pertama kepemimpinannya mereka berhasil meraih penghargaan dari Museum Rekor Indonesia atau rekor Muri dimana pada Festival Fulan Fehan tahun 2018, Pemkab Belu menyelenggarakan Festifal Fulan Fehan dengan menampilkan 6.000 penari Likurai pada puncak penyelenggaraan Fulan Fehan di desa Dirun, kecamatan Lamaknen.

Dampak dari rekor Muri tersebut, likurai Belu kemudian diundang untuk pentas di pembukaan Asian Games di Palembang. Tidak hanya itu, setahun kemudian, 175 penari likurai diundang untuk tampil di Istana Negara dalam perayaan HUT RI ke-75 di Istana Kepresidenan RI.

Setelah tampil di Istana Negara, pada awal tahun 2020 enam penari likurai dijadwalkan tampil di sejumlah negara,namun karena pandemi covid 19, keenam penari Likurai Belu tersebut hanya sempat tampil di Jepang.

Keempat, untuk urusan pelayanan publik, sebagaimana merupakan salah satu program prioritas Sahabt pada periode pertama, Bupati Willy Lay dan Wabup Ose Luan berhasil menyediakan sebuah mall perizinan kepada seluruh masyarakat kabupaten Belu dimana saat ini mall perizinan atau yang dikenal dengan plaza perizinan Atambua tersebut merupakan satu-satunya plaza perizinan terbaik di Indonesia Timur dan merupakan salah satu dari tiga plaza perizinan terbaik di Indonesia.

Karena merupakan satu-satunya plaza perizinan terbaik di NTT, saat ini banyak pemimpin baik eksekutif dan legislatif dari kabupaten lain di NTT datang dan melakukan studi banding di Belu.

Baca Juga :   Kades Loofoun Malaka Dukung Rencana Penutupan Pintu Air di Haslaran

Kelima, Kabupaten Belu merupakan satu-satunya kabupaten yang memperoleh dua bendungan raksasa dari pemerintah pusat. Untuk diketahui, terkait pembangunan Bendungan raksasa di NTT, terdapat tujuh bendungan yang dialkokasikan untuk propinsi NTT namun karena sinergitas pemerintah daerah kabupaten Belu dan pemerintah pusat sangat baik sehingga meski pada tahun 2019,sudah diresmikan Bendungan Rotiklot di kecamatan Kakuluk Mesak namun pada tahun 2020,Belu kembali mendapat satu lagi bendungan raksasa yang akan dibangun di desa Derokfaturene, kecamatan Tasifeto Barat dengan kapasitas penampungan air tujuh kali lipat lebih besar dibanding bendungan Rotiklot.

Selain lima pencapaian tersebut,masih banyak prestasi yang diraih Willy Lay dan Ose Luan selama empat tahun lebih memimpin Belu. Namun demikian, jelas pemimpin yang dikenal rendah hati ini, apa yang dilakukan dirinya bersama Ose Luan tidak perlu untuk diumbar, biarkan masyarakat yang merasakan apa yang dihasilkan kedua pemimpin yang juga berhasil membangun sebuah universitas di Belu berkat kerja sama Pemkab Belu dengan Kementerian Pertahanan RI. (ferdy talok)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top